Dana Sertifikasi Disunat, Kasek SMPN 1 Gunung Meriah Dibeber ke Media

1
255

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. GUNUNG MERIAH. Tak tahan kerap dijadikan sapi perah, sejumlah guru yang mengajar di SMPN 1 Gunung Meriah ( Kabupaten Deliserdang), penerima dana sertifikasi akhirnya memberanikan diri membeberkan praktek pungutan liar (pungli) yang dilakukan kepala sekolah MS SPd yang dituding ‘main cantik’.


“Setiap menerima gaji, kami selalu dikenakan potongan sebesar Rp 150 ribu yang tertera pada slip gaji. Sementara kepada guru yang belum sertifikasi, potongan di bawah Rp. 100 ribu,” kata salah seorang guru yang namanya minta dirahasiakan kepada Sora Sirulo [Rabu 20/1: Siang].

Ketika diwawancarai lebih jauh ke mana dan untuk apa uang potongan itu, guru tersebut mengaku tidak tahu. Dalam slip gaji tidak disebutkan sebagai potongan dana sertifikasi. Anehnya, hanya guru penerima sertifikasi saja yang dikenakan petongan sebesar Rp 150 ribu.

sertifikasi 1“Saya menduga potongan itu sebagai kompensasi kepada kepala sekolah. Soalnya, untuk dana sertifikasi langsung diterima oleh guru melalui rekening pribadinya. Kami pernah mempertanyakan hal itu kepada kepala sekolah. Kata kepala sekolah, “sebagian dibagikan ke dinas nantinya” kata guru tersebut menirukan ucapan kepala sekolah.

Mirisnya lagi, katanya, guru penerima sertifkasi pernah disuruh kepala sekolah untuk membuat surat peryataan yang intinya tidak ada kutipan dana apapun di SMPN I Gunung Meriah. Meski di bawah tekanan, kami terpaksa menandatanganinya.

“Kami pernah disuruh kepala sekolah membuat surat pernyataan bahwa tidak ada pengutipan dana, kami menandatangani surat itu karena takut jika menolak permintaan kepala sekolah, akan mempersulit urusan kami,” akunya.




Kepala sekolah SMPN I Gunung Meriah yang coba dikonfirmasi wartawan [Rabu 20/01] melalui telepon selularnya tidak bersedia menjawab. Demikian juga ketika pesan singkat dilayangkan.

Sementara, Sekretaris Disdikpora Kabupaten Deli Serdang, drs. Misran Sihaloho MSi yang dikonfirmasi via selulernya menganjurkn agar data data terkait dugaan pungutan liar itu disampaikan ke dinas untuk ditindaklanjuti.

Saat diwawancarai lebih jauh, Misran mengaku tidak yakin kalau kepala sekolah SMPN 1 Gunung Meriah melakukan hal itu.

“Saya kenal baik dengan kepala sekolah SMPN I Gunung Meriah itu, rasanya tidak mungkin dia melakukan pungutan liar. Namun begitupun, kami mau melihat dan mempelajari bukti yang ada,” kata Haloho mengakhiri.




1 COMMENT

  1. Ayo bukti-bukti dikumpulkan dan dipaparkan diatas meja. Ini jaman keterbukaan, tak ada kebobrokan yang perlu dirahasiakan. Tunjukkan kepada semua siswa bahwa sekolahnya bersih dari korupsi atau pungutan liar ataupun kebohongan lain-lainnya. Dimulai dari guru! Kalau dirumah dimulai dari orang tua.

    MUG

Leave a Reply