Mimpi di Senja Hari

0
168

Oleh: Jebta B. Sitepu (Medan)

 

jebta 2Berawal dari kegemaranku mengelilingi Taneh Karo. Akupun menyisihkan beberapa bulan gajiku untul traveler ke Dataran Tinggi Karo. Berangkat dari Kota Medan, aku memacu kuda besiku ke arah Berastagi. Jalan lintas Medan–Berastagi yang berkelok-kelok dan berliku-liku membuat semangat juga ikut terpacu.

Hari pertama, aku menyusuri hutan luas di area Lapangan Pramuka PTPN IV Sibolangit dan menginap di bawah kaki Air Terjun Dua Warna yang juga berada di lokasi ini dengan biaya kurang lebih Rp. 300 ribu + sewa tenda dan tour guidenya.

Hari ke dua, aku menjadwalkan terlebih dahulu berhenti di wahana permainan Green Hill Park yang terletak di Desa Suka Makmur (Kecamatan Sibolangit). Biayanya tidak mahal hanya Rp. 70-100 ribu/ orang. Dari situ aku menikmati keindahan alam di lokasi Retreat Center GBKP yang lokasinya hanya berseberangan jalan dengan Green Hill.

Setelah keluar dari lokasi ini, aku bergegas ke lokasi Taman Dewi yang juga tidak jauh dari Rtreat Centre GBKP dan Green Hill dan aku menginap di sana dengan biaya Rp. 150 ribu/ malam.

Hari ke tiga, aku berangkat ke Air Terjun Sikulikap yang terdapat di Desa Bandarbaru atau tepatnya sebelum Penatapen Doulu, sambil memakan jagung bakar yang dijual di sepanjang jalan.

Setelah dari air terjun, aku berangkat ke Gunung Sibayak. Jalur pendakiannya cukup banyak. Bisa dari Jalur 54 atau pun dari air panas Desa Doulu dan dari bawah kaki Bukit Gundaling. Namun, karena membawa kendaraan aku mengambil jalur dari Desa Doulu. Di sini, biayanya tidak terlalu mahal hanya Rp. 150 ribu sudah termasuk parkir dan tenda serta perlengkapan memasak.

Hari ke 4, setelah turun dari Sibayak aku merefleksikan diri di pemandian air panas dengan biaya Rp. 10 ribu/ orang. Dari air panas aku berangkat ke Bukit Gundaling yang terletak di Berastagi. Biayanya pun murah hanya Rp. 10 ribu/ orang.

jebta 5
Gunung Sinabung

Dari Gundaling aku menuju Kecamatan Simpang Empat untuk bersantai di penatapan Gunung Sinabung atau yang lebih dikenal dengan nama OJOLALI. Dari sana saya bergerak ke Kuta Lingga untuk melihat rumah adat dan berkunjung ke Museum Lingga. Setelah itu, saya bergerak mencari penginapan dan akhirnya saya menginap di Kabanjahe.

Hari ke lima, saya bergerak ke Desa Singa, Puncak 2000 dan mampir sebentar ke relokasi pengungsi korban erupsi Sinabung yang bernama Siosar. Dari Siosar, saya ke Gunung Sipiso-piso dan menginap di sana.

Hari ke enam, saya mencoba ke Danau Lau Kawar. Dan, karena tidak hati-hati, saya terjatuh dari sepeda motor. Aaduhh… ahhhh …. hanya mimpi di senja hari.








Leave a Reply