Kolom Darwono Tuan Guru: POLISI HARUS ‘OUT OF THE BOX’

1
156

DaewonoAdik Bahrun Naim memastikan suara bantahan keterlibatan kakanya dengan Teror Sarinah 99% benar, dan jika 99% benar bahwa Teror Sarinah tidak ada kaitannya dengan Jaringan Bahrun Naim yang selama ini menjadi “dugaan tunggal” maka penyelidikan melalui jalur ini dipastikan bodong.

Jika polisi terperangkap oleh hipotetiknya, maka dapat saja polisi membuat simpulan yang dipaksakan. Polisi harus Out of The Box untuk mendapatkan jalur analisa yang presisi dan terbuka. Membuka berbagai kemungkinan adalah langkah utamanya.

boxTentu banyak point de entre untuk membuka jalur baru analisis. Jika boleh dianalogkan, “sepandai-pandai harimau berjingkat pasti meninggalkan jejak”, jejak-jejak peristiwa teror Sarinah harus dicari dengan benar-benar teliti, dan tidak terseret oleh jejak pengecoh yang mungkin kelihatannya mudah.

Banyak hal seperti barang-barang, waktu, tempat, cara, sasaran dan dan peristiwa sebagai titik masuk. Jika hubungan Afif – Bahrun tidak terkait, bisa saja hubungan Afif – Ali – Mr X, Y atu Z. Sejak awal kami menyatakan teror Sarinah (?) berbeda dengan pola Paris.


Kami beri tanda tanya “teror Sarinah” karena sesungguhnya tempat juga dapat menjadi point de entre. Misalnya jika kita gunakan “Teror Kedai Kopi”, maka adakah keterkaitan dengan kopi-kopi sebelum ini? Apakah itu terkait penjual, pemasok, atau peramu kopi-kopi yang ada? Juga sasaran utama, Polisi dan pos Satlantasnya yang diletakkan dengan bom “bunuh diri?” tentu memiliki makna jua.

Last but Not least, poin pentingnya adalah Polisi harus mau keluar dari perangkap kotak analisisnya. Semoga Sukses.




1 COMMENT

  1. Ada macam-macam box analisis memang. Box nasional dan box internasional. Yang pertama pakai otak sendiri, yang kedua pakai otak orang luar artinya disuruh pakai saja, seperti bikin Fear Mongering. Fear Mongering jelas bukan dari box nasional.
    MUG

Leave a Reply