Kolom Darwono Tuan Guru: BRAIN WASHING DAN BRAIN STORMING

0
155

DaewonoDalam diskursus Teror Sarinah, ada Sahabat yang yakin pelaku hanyalah korban Brain Washing (Cuci Otak) dan saya coba paparkan bahwa Brain Washing banyak diterapkan dalam kaderisasi untuk mennghasilkan “Kader Robot”. Jadi kader-kader yang berperilaku sebagai Robot, dalam makna apapun Induk organisasinya katakan mereka menelan mentah-mentah (sering Dianggap Militan), dapat dipastikan telah melalui tahapan Cuci Otak dalam pengkaderannya.

NAZI, di bawah Hitler, Komunis, dan organisasi-organisasi dunia lainnya, menggunakan Metoda Cuci Otak (Brain Washing) dalam pengkaderannya. Methoda ini, sejak penulis terjun di bidang pengkaderan di awal tahun 80-an juga diterapkan oleh berbagai Organisasi di Indonesia.

Dalam kajian kami, Methoda Cuci Otak tidak dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW, dalam menempa spirit Jihad umatnya. Oleh karena itu, Kami (Pondok cuci otak 2Pesantren Budi Mulia) waktu itu TIDAK MEMPERBOLEHKAN penerapan metoda ini dalam Program-program Pelatihan/Training PP Budi Mulia seperti pengajian itikaf Aktifis LDK se Indonesia PIR), Pengajian Anak dan Remaja (PAR), dll.

Adalah Bang Said Tuhuleley (Allah Yarham, T Shirt Hitam berdiri dalam gambar, di samping kiri DR. Ahmad watik Pratiknya dan penulis berbaju batik hitam) yang terus mengawal untuk tidak menggunakan Cuci Otak dalam training dan pengajian di PPBM. Langkah ini juga diikuti berbagai organisasi mahasiswa di Yogyakarta terutamanya HMI MPO dan Jam’aah Shalahuddin UGM, Mujahiddin IKIP, dll,


Metoda yang kami terapkan adalah Cooperatif learning, dengan Brain Storming atau Sumbang fikiran. Peserta dalam kondisi sadar penuh dibangun kekritisan dan integritasnya dalam nilai-nilai yang ditanamkan. Menurut hemat kami, bagaimana umat akan mengikuti jejak rosul dan para sahabat, jika metode penanaman nilainya menggunakan cara-cara yang tidak Rosul contohkan?

Organisasi Islam ataupun Partai Islam yang menggunakan metoda Cuci Otak dalam kaderisasinya, menurut kami tidak itba Rasul, tetapi itba Nazi atau Komunis. Dan umat akan dibingungkan dengan perilaku kader kader robot itu, dari manapun organisasi atau partainya. Sedang Brain storming menekankan sikap kritis analitis dan toleran dalam berbagai perbedaan.




Leave a Reply