Kolom Joni H. Tarigan: KERETA CEPAT

0
182

joni hendra tariganDi media Indonesia, dan mungkin media asing, sudah diberitakan bahwa presiden Jokowi meresmikan dimulainya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.  Saya secara pribadi sangat senang dengan sudah dimulainya proyek ini. Karena selain kereta cepat akan dikembangkan juga tranportasi LRT di kota-kota yang dilalui kereta cepat ini. Karena kami tinggal di Kabupaten Bandung, maka sayapun dengan semangat mencari informasi tentang pembangunan transportasi BANDUNG RAYA yang berbasis rel. Wah,,, saya semakin senang lagi, ternyata LRT juga agan melintas dari Kabupaten Bandung ke Kota Bandung.

Kesenangan saya adalah, dengan  adanya trasport tersebut, sangat membantu biaya transportasi sebagai warga biasa. Saya membayangkan anak saya akan sekolah dengan perjalanan yang sudah dapat dipastikan karena berbasis rel. Jalanan juga tidak akan macet. Biaya logistik semakin murah.

Ketika biaya perpindahan manusia dan barang lancar, tentu saja biaya akan turun. Apalagi ini Bandung dengan sederet fasilitas pendidikan yang cukup bagus baik negri maupun pemerintah. Ditambah lagi adanya industri-industri penghasil produk bernilai tambah tinggi ( PT DI, PT NTP, PT. LAPAN, PT PINDAD, PT SIEMENS INDONESIA, PT INTI, PT LEN). Mmm …. bagi saya, ini sangat menggembirakan.  Ini yang saya lihat bagi diri saya sendiri.

Kemudian, kabar gembira berikutnya, saya tidak sudi mengeluarkan tenaga dan pikiran untuk mereka yang menyalahkan proyek ini. Selain kerjasama proyek kereta cepat, kerjasama juga akan dilanjutkan dengan kerjasama yang lain. Misalnya, industri di bidang pengolahan Aluminium menjadi Alumina yang akan menjadi bahan baku pembuatan gerbong kereta cepat dan juga LRT.




Dalam bayangan saya, betapa besar uang yang harus dihabiskan, berapa banyak ilmu yang akan diterapkan, berapa banyak tenaga kerja Indonesia yang akan dipekerjakan. Jam kerja rakyat Indnoesia akan bertambah berjuta kali lipat. Apa yang membuat orang berpandangan buruk terhadap hal ini? Bagi saya ini memberikan harapan bagi Indonesia.

Banyak kabar yang pesimis tentang proyek ini. Ada pihak yang mengatakan hitung-hitungannya tidak menguntungkan, skema Business to Business tidak sesuai dengan konstitusi, tidak ada urgensinya kita membuat kereta cepat. Banyak hal-hal lain yang memandang pesimis hal ini. Akan tetapi, bagi mereka yang pesimis tidak ada tindakan yang membuat hal-hal yang lebih optimis.

Pemerintah ingin membuktikan kita bisa bergerak sangat cepat untuk membangun negeri ini. Kita sebagai rakyat jangan sampai berjalan gontai memasuki kereta cepat INDONESIA LEPAS LANDAS. Kita menuntut pemerintah yang cepat, tetapi kita sendiri akan ketinggalan jika tidak ikut bergerak cepat.




Leave a Reply