KBB Menggelitik Sepi

0
114

Oleh: Penatar Perangin-angin (Jambi)

 

Penatar Perangin-anginBukan bermaksud mendiskriditken GBKP, bahwa terima atau tidak terima, layak atau tidak layak, tersinggung atau tidak tersinggung, merasa dirongrong atau tidak. Intinya bahwa realita masyarakat Karo pada umumnya mengenai gencarnya pencerahan tentang KBB (Karo Bukan Batak) ini pada akhirnya menembus jantung serta mengoyak isi- isinya lembaga keagamaan terbesar di Taneh Karo ini.

Bukan oleh orang yang sering koar KBB, tetapi merasuki jiwa-jiwa muda dan kritis di tubuh lembaga itu sendiri.

Bayangkan jika petinggi-petinggi di lembaga tersebut menanggapinya dengan tidak memberi alasan dan argumentasi yang kuat, atau jika ditanggapi dengan sikap kurang senang. Pertaruhannya adalah keberadaan lembaga itu sendiri. Kita tahu awal awalnya penggerak KBB ini juga kerap mendapat teror langsung di medsos. Betapa kaum agamawan yang dimuliakan mengeluarkan statement dengan bahasa “Illahi” atau bahasa “roh” yang tidak seperti yang kita tahu.




Sama sekali tidak sejuk, tidak teduh apalagi mencerahkan. Ada saja jenis /species agamawan yang seperti itu. Anak muda gereja sekarang ini tidak lagi buta logika, buta informasi, buta sejarah. Anak muda gereja sekarang ini bergaul tidak hanya dalam lingkungan nyata, tetapi juga lingkungan maya.

Tidak ada lagi sekat, batasan yang menghalangi keterbukaan dan kebebasan informasi. Siapa melawan arus informasi akan tenggelam dan hanyut dalam kesepian dan dinginnya ruang ibadah.




Leave a Reply