ARTI SUKU DALAM ISTILAH SUKU BANGSA

1
345

Oleh: Juara R. Ginting (Leiden, Nederland)

 

juara 18Benarkah kita semua warga negara Indonesia yang bisa berbahasa Indonesia betul-betul tahu dan paham apa artinya kata SUKU dalam istilah SUKU BANGSA? Apa yang kita biasa sebut suku atau suku bangsa di dalam bahasa Inggris biasanya disebut TRIBE, sedangkan dalam dunia akademik lebih lazim disebut ETNIC GROUP. Apa bedanya TRIBE dengan ETHNIC GROUP?

Tribe itu lebih mengacu pada pikiran bahwa orang-orang dari yang dikatakan tribe itu masih memperlihatkan peninggalan budaya PRIMITIF, seperti halnya hidup di hutan dengan mata pencaharian berburu dan meramu atau ladang berpindah-pindah, belum berpakaian lengkap, dan lain sebagainya.

Buku-buku wisata masih banyak menggunakan istilah TRIBE, seperti Hill Tribes (suku-suku pegunungan) di Thailand dan Tibet. Sedangkan istilah ETHNIC GROUP lebih dikenal di buku-buku Antropologi. Ethnic aslinya adalah bahasa Latin yang artinya bagian dari sebuah bangsa yang, karena itu, sangat cocok diterjemahkan dengan kata SUKU BANGSA.

rumah karo
Rumah adat Karo dari tipe Siempat Ayo (Bermuka Empat)

Namun begitu, banyak orang tidak menyadari bahwa istilah SUKU BANGSA di dalam khasanah bahasa Indonesia diperkenalkan oleh para penulis asal Minangkabau yang dicabut akarnya dari bahasa Minang.

Di dalam bahasa MInang kata SUKU biasanya dipakai untuk yang sebanding dengan merga di Karo atau sering dalam bahasa Inggris disebut CLAN. Misalnya Suku Sikumbang, Suku Tanjung, Suku Pisang, dan lain-lain.

Begitupun jua, banyak juga orang-orang MInang yang tidak menyadari arti kata SUKU itu secara lebih mendasar. Suku itu adalah sebuah kata dari bahasa Austronesia yang variasinya di dalam bahasa Melayu adalah SIKU (juga Indonesia) dan dalam bahasa Karo adalah SUKI (Juga Pakpak, Alas dan Singkil) dan bahasa Batak SUHI yang artinya SUDUT.

JABU SUKI Karo adalah jabu yang berada di 4 sudut rumah adat Karo yang kontrasnya adalah JABU TENGAH (kalau rumahnya lebih dari empat jabu).

Angka 4 (empat) dan pengertian SUDUT sangat penting dalam pengertian SUKU dalam bahasa Minang. Suku-suku di Minang “tersedot” ke salah satu diantara 4 SUKU UTAMA di Minang, yaitu:
A. 1. KOTO, 2. PILIANG

B. 3. BODI, 4. CHANIAGO

Arti kata SUKU yang paling mendasar adalah SUDUT bukan sekedar bagian, dan sudut yang dimaksud adalah sudut dari 4 PERSEGI seperti sangat terlihat di Rumah Adat Karo dan Balai Minangkabau atau tempat sesajen Melayu yang disebut BALE. Pengertian ini telah dipakai dalam bahasa Indonesia untuk perhitungan waktu dimana SUKU berarti 15 Menit dan SIKU berarti 90 DERAJAT.

Suku bangsa dalam bahasa Indonesia tidak lain berarti bagian dari bangsa, tapi di bahasa aslinya berarti 1/4.

Bilangan 4 ini juga sangat krusial di dalam kebudayaan-kebudayaan Austronesia, seperti halnya MACAPAT (Manca Empat) di Jawa yang pengembangannya menjadi WALI SONGO (4 + 4 + 1 = 9) dan di Maluku menjadi Pata Siwa.




Selain itu ada berbagai bentuk Raja Berempat yang disebut Si Empat Sagi di Aceh (sagi = segi = sudut), Raja Berempat di Melayu dan Karo, Raja Marompat (Simalungun), Raja Merempat (Pakpak), Siempat Dewal (Alas), Raja Ampat (Maluku), dan lain-lain.

Pengembangannya kita dapati dalam Desa Siwaluh (Karo) yang di Jawa kata desa menjadi berarti perkampungan karena kampung-kampung kuno Jawa memang dibangun di 8 penjuru angin (desa dalam bahasa Sansekerta) ditambah 1 pemukiman pusat. Ini juga menjadi dasar pengembangan agama Islam dari Wali Songo.

Perimbon Jawa didasarkan pada perhitungan 5 hari sepekan dengan perputaranya sebagai berikut. Di Hari 1, pekan berlangsung di Desa Timur, di Hari 2 di Desa Selatan, di Hari 3 di Desa Barat, di Hari 4 di Desa Utara, dan di Hari 5 di Desa Pusat serta di Hari 1 Pekan berikutnya adalah kembali ke Desa Timur. Perhitungan 5 hari sepekan ini juga dilaksanakan di Karo Gugung sebelum missionaris J.H. Neumann menciptakan pasar-pasar di Karo Hilir (sebelumnya tidak ada pasar di Karo Hilir) dan mengreorganisir pasar-pasar di Karo Gugung dari 5 hari sekali menjadi 7 hari sekali.

Sebagai tambahan, kata RAPAT dalam bahasa Indonesia yang biasa diterjemahkan MEETING (harafiahnya, pertemuan) dalam bahasa Inggris berasal juga dari kata BERAMPAT sehubungan dengan memang meeting selalu dilaksanakan oleh 4 ELEMEN MASYARAKAT yang disebut juga RAJA BEREMPAT. Di Karo keempat elemen masyarakat itu: 1. SEMBUYAK, 2. ANAK BERU, 3. KALIMBUBU, dan 4. SENINA.

Dari mana asalnya pikiran Sangkep Sitelu? Besar sekali pengaruh baru dari Batak. Tapi itu baiknya kita bahas di lain kesempatan saja.




1 COMMENT

Leave a Reply