Kolom Asaaro Lahagu: Jokowi-Ahok Hoki, Imlek Tiongkok dan Tahun Monyet yang Meluap-Luap

0
141

Asaaro Lahagu

Di era Jokowi, hubungan Indonesia-Tiongkok semakin meluap-luap.  Kedua negara terlihat sedang menjalani bulan madu yang menggairahkan. Sebelum dan sesudah Imlek tahun 2015 lalu, Jokowi dan para pejabat tinggi Tiongkok telah saling mengunjungi negara masing-masing dalam semangat yang membahana. Jokowi dengan daya magisnya, berhasil mengundang investor Tiongkok menanamkan modalnya di berbagai proyek infrastruktur di Indonesia. Investasi Tiongkok di Indonesia terus datang bergelombang dan mengalir kencang.

Banyak pihak yang pesimis dan bahkan curiga melihat hubungan Indonesia-Tiongkok yang terlalu mesra itu. Beberapa haters Jokowi terus-menerus memberikan warning akan kelicikan Tiongkok yang berpotensi menguasai BUMN dan sumber daya alam Indonesia. Sementara para pendukung Jokowi melihat manufer Jokowi tersebut adalah hal yang cerdik. Jokowi dipandang sangat lihai memanfaatkan dana melimpah Tiongkok untuk ikut membangun infrastruktur di Indonesia. Dengan cerdik juga, Jokowi memutuskan Tiongkok ketimbang Jepang sebagai pemenang proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.




Dalam penanggalan Tahun Baru Tiongkok, tahun ini disebut Tahun Monyet. Semangat hidup monyet yang digambarkan ceria meluap-luap juga menggambarkan pemerintahan Jokowi. Api, sebagai unsur dominan dalam tahun monyet menggambarkan semangat kerja, semangat menjadi pemenang dalam meraih prestasi. Sebagaimana monyet yang ceria, terus kerja, energik, fleksibel, percaya diri, karismatik, loyal, gesit bekerja cepat dan berjiwa pemimpin, maka pemerintahan Jokowi di tahun 2016 ini memunyai kemiripan yang sama. Semangat kerja Jokowi plus blusukannya sangat energik, gesit dan tanpa kenal lelah termasuk membina hubungan hebat dengan Tiongkok.

Jokowi dengan semangat yang meluap-luap terus membangun infrastruktur di berbagai wilayah. Jokowi terus membangun rel kereta api, jalan baru, jalan tol baru, tol laut, kapal laut, bandar udara, pelabuhan, mengejar target pembangunan listrik 35 ribu MW, pabrik baru, bendungan baru dan pembukan lahan baru. Bersamaan dengan itu, energi Jokowi bersama para menterinya untuk memberantas  mafia imlek 5migas, ikan, kayu, pangan dan seterusnya terus menggeliat. Di bidang penegakkan hukum, semangat Komjen Budi Waseso untuk memberantas Narkoba terus berlanjut masif di berbagai tempat.

Aura pemerintahan Jokowi di Tahun Monyet ini akan semakin terlihat luar biasa. Tahun 2016 ini adalah tahun hoki bagi pemerintahaan Jokowi-JK. Aneka kebijakan ekonomi I-X yang telah diambil, turut memperbaiki dan memacu pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih baik. Rupiah terlihat semakin stabil dan semakin menunjukkan aura keperkasaannya terhadap dollar. Adanya kestabilan dukungan politik dalam pemerintahan Jokowi juga akan mendukung pemerintahan yang efisien dan efektif.

Di legislatif misalnya, aura Tahun Monyet itu juga berpihak kepada Jokowi. Partai-partai berlomba-lomba memberi dukungan kepada Jokowi setelah sebelumnya beroposisi. Hal itu terlihat dalam diri PAN yang datang dengan tiba-tiba menyatakan dukungan kepada Jokowi. Lalu menyusul Golkar Ical, PPP Djan Faridz dan bahkan PKS Sohibul Iman berlomba menyatakan dukungan kepada Jokowi. Tinggalah Gerinda kini  bersedih hati menyaksikan KMP yang dulu perkasa kini tinggal kenangan dalam sejarah bangsa.

Jika di tingkat nasional Jokowi semangat Jokowi bekerja keras begitu tinggi, maka di ibukota DKI Jakarta, semangat kerja tak kalah tinggi. Ahok juga terlihat meluap-luap, meletup-letup persis seperti semangat hidup monyet. Tahun 2016 ini adalah tahun keceriaan bagi Ahok. Pada tahun ini, Ahok mempunyai kesempatan emas untuk terus memperbaiki kinerja pemerintahannya untuk mengejar berbagai target proyeknya. Jadi boleh dikatakan bahwa tahun 2016 ini adalah tahun luar biasa bagi Ahok. Di tahun ini, Ahok mempunyai kesempatan emas untuk terus membenahi Jakarta dari kemacetan, banjir, merelokasi para pemukim liar, membangun terus rumah susun dan aneka proyek lainnya.

imlek 6Karakter Ahok yang garang, tak kenal takut, gesit, cepat kerja dan energik akan terus menjadi promosi untuk menjaga popularitasnya menjelang Pilkada tahun 2017 mendatang. Semangat tahun monyet juga terus memompa energik  para pendukung Ahok dalam mengumpulkan KTP agar Ahok bisa menjaga peluangnya maju melalui jalur independen.

Akan tetapi aura Tahun Monyet bukan hanya melingkupi Ahok tetapi juga melingkupi  lawan-lawan Ahok. Semangat tahun monyet yang energik itu datang silih berganti dalam diri Adhiaksa Daud, Ridwan Kamil, Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, Muhammad Taufik, Abraham Lunggana dan para penantang Ahok lainnya. Mereka semua semangat untuk menantang Ahok dalam perebutan kursi gubernur dalam Pilkada 2017 mendatang.

Jika pada Tahun 2016 ini adalah Tahun Hoki yang ceria bagi pemerintahan Jokowi sekaligus bagi Ahok dalam mengejar berbagai target pemerintahannya, maka dalam waktu bersamaan juga keduanya harus terus hati-hati, waspada dan tidak terlena. Sambil keduanya terus giat, gesit, percaya diri memimpin bawahannya untuk terus bekerja keras membangun dan menyelesaikan berbagai proyek, keduanya juga harus mewaspadai resiko-resiko yang tak diprediksi. Tahun Monyet api panas bisa jadi lebih panas dari tahun yang lalu. Konflik, jegal-menjegal bisa jadi semakin panas dalam pemerintahannya masing-masing.

Jika Jokowi-Ahok terus bekerja keras dengan semangat kejujuran di tahun monyet api panas ini, maka tahun ini bisa menjadi tahun hoki yang gilang-gemilang bagi keduanya. Baik Jokowi dan Ahok, akan menikmati tahun penuh prestasi, keajaiban dan keberuntungan yang luar biasa. Bukan tidak mungkin Imlek Tahun 2016 ini merupakan titik pertemuan Hoki Jokowi-Ahok menuju pasangan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 mendatang. keduanya mempunyai semangat kerja keras yang tinggi yang bisa mengundang hoki yang sama.

Selamat Tahun Baru Imlek 2567. Gong Xi Fat Cai.




Leave a Reply