Bukan Jokowi Tak Terima Kritik

1
101

Oleh: Daud S. Sitepu (Jayapura)




daud sitepu“Saya pikir ini negara demokrasi tentu siapa pun termasuk saya punya hak untuk berbicara. Dan memang politik itu, kalau saya, saya ingat dulu banyak yang ketika dulu tidak berada di kekuasaan kritisnya luar biasa, menyerang, menghajar, tetapi tidak sedikit begitu berada di lingkar kekuasaan kurang suka dikritik,” sindir SBY sbagaimana dillansir oleh merdeka.com kemarin [Rabu 10/2].


Siapa orangnya yang dikatakan lingkaran istana oleh SBY itu?

Sependapat, kritik itu baik untuk mendorong perubahan yang lebih baik. Namun, tidak jarang kritik egois menurut kebenaran diri sendiri dari pengkritiknya. Ini yang harus diwaspadai.

Saat berkuasa, dia tidak melakukan hal yang baik, tapi setelah lengser, dia mau orang kritiklain melakukannya dan dia sampaikan itu dengan cara mengkritik orang lain itu. Itu juga bukan cara yang tepat.

Sepanjang untuk membangun tentu dengan lapang dada siapa saja harus menerimanya seperti halnya juga Pak Jokowi. Kita sudah mendengar dia sering blusukan sejak jadi walikota, gubernur dan hingga menjadi presiden. Dia banyak mendengarkan suara rakyat. Tentu juga ada kritik sehingga beliau 1 tahun ini kita lihat banyak membuat perubahan pembangunan infrastruktur dan lain-lain sehingga inflasi turun di tengah lambatnya pertumbuhan ekonomi.

Jaman Jokowi tidak ada ancaman terhadap pengkritik. Dia hanya meminta agar kritik disampaikan dengan santun dan tidak kasar. Ini terlihat sejak dia menjadi calon presiden, sudah dikritik dan bisa dikatakan dihajar dengan istilah boneka, istilah keturunan, masalah agama, banyak puisi-puisi yang sentimen, dan lain sebagainya.




1 COMMENT

Leave a Reply