Masyarakat Harapkan Zebra Cross  dan Lampu Jalan di Sumbul (Kabanjahe)

0
183

B. KurniaB. KURNIA PARGAULAN P. KABANJAHE. Perladangan Sumbul (Kecamatan Kabanjahe) telah menjadi wilayah permukiman sebagai solusi pertumbuhan penduduk Kota Kabanjahe yang semakin padat; khususnya oleh kehadiran para pekerja formal maupun non formal ke ibu kota Kabupaten Karo ini. Oleh karena itu, warga Desa Sumbul melihat perkembangan ini positip.

Sumbul dibelah oleh Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang juga menghubungkan yang dikenal dengan nama Jl. Letjen Jamin Ginting. Di Sumbul, jalan ini terbentang dari Kompleks Tropis dan Gg. Sehat sampai Perumahan Sumkara dan Usaha SPBU Halilintar 2, Kabanjahe. Di Sumbul banyak tumbuh tempat usaha bisnis dan pelayanan sosial maupun spiritual rohani yang disertai kebutuhan kompleks yang lengkap dengan sarana dan prasarana pendukung terutama gedung rumah ibadah dan asrama serta sekolah dengan sarana lainnya, seperti yang dimiliki oleh Kompleks Ora et Labora Comunity di Jl. Jamin Ginting Gg. Pantekosta Km.5,5 Sumbul.

Jalan yang membelah Sumbul bentuknya lurus dan mulus dengan kontur menurun sehingga memberi peluang bagi para pengemudi yang melintas memacu kenderaannya dengan kecepatan tinggi. Sedari dulu, di jalan ini acap kali terjadi kecelakaan lalu lintas mengambil korban jiwa, baik para pemakai jalan maupun warga setempat yang menyeberang jalan.  Ini juga terjadi bagi para jemaat gereja dan siswa sumbulTaman Kanak-kanak (TK) Ora et Labora, mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi (STT) Pantekosta Sumut-Aceh yang belajar serta para pengunjung Perpustakaan Umum di Kompleks Ora et Labora Comunity Sumbul ini.

Seperti penuturan Pimpinan Ora et Labora Comunity Sumbul Pdt. DR Dapet Y. Surbakti MA didampingi ibu gembala Pdt. Zipora Surbakti br Tarigan, Wakil Pimpinan Pdt. Rante Tarigan kepada wartawan [Selasa 9/2], pihaknya selaku pimpinan pelayanan warga masyarakat Karo dan Sumut di kompleks ini, sangat prihatin dengan keadaan sekarang bagi para siswa dan mahasiswa serta pengunjung perpustakaan maupun dari berbagai daerah lain yang melakukan seminar ataupun pelatihan, termasuk mengikuti ibadah kebaktian. Mereka sendiri sangat takut dan was-was bila hendak menyeberang maupun saat mengendarai kenderaan untuk masuk ataupun keluar kompleks melalui gang.

“Pengemudi yang melintas di jalan raya ini memacu kenderaannya sangat kencang,” katanya.

Namun para pengemudi tidak dapat disalahkan karena di sekitar jalan lintas tersebut tidak ditemukan rambu-rambu lalu lintas yang menghimbau pengemudi memperlambat ranmor.

“Sering terjadi Lakalantas yang tidak dapat dihindari dikarenakan adanya kealfaan setiap manusia yang senantiasa melekat di samping fasilitas jalan yang belum memadai,” ujar Hamba Tuhan ini.




Hal senada juga disampaikan warga sekitar, seperti yang disampaikan Bp Kalvin Waruwu, Nd Berliana br Tarigan, J Situmorang, Bp Egar warga Gg. Taman Doa Sumbul. Mereka menyampaikan, di sepanjang jalan lintas ini apalagi saat jalan mulus dilalui, sudah banyak terjadi laka lantas, bagi para pengemudi maupun warga sekitar yang menjadi korban luka sampai nyawa.

Pada kesempatan ini, warga masyarakat dan Pimpinan Ora et Labora Comunity Sumbul beserta para siswa dan mahasiswa serta orangtua maupun pengunjung kompleks berharap pihak Pemkab Karo memberikan solusi penanggulangannya dengan memasang rambu-rambu Lalin termasuk memperbaiki lampu yang padam dan memasang lampu penerang di sepanjang jalan. Ini demi menuwujdkan rasa aman dan nyaman serta mengantisipasi korban jiwa dan harta benda lebih bertambah lagi.

Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karo Candra Tarigan yang ditemui wartawan [Selasa 9/2] di Kantor Bupati Karo di Kabanjahe perihal harapan masyarakat ini mengatakan terimakasih atas info ini dan akan segera ditindaklanjuti dengan mengirim stafnya melihat situasi ke lokasi yang dimaksud.

“Kita akan segera mengadakn survey sesuai petunjuk tehnis yang ada,” ujarnya memastikan.




Leave a Reply