Beasiswa Universitas Pelita Harapan di Taneh Karo

0
330




KazpabeniKAZPABENI E.E. GINTING. KABANJAHE. Ratusan siswa-siswi SMA berkumpul hari ini [Senin 15/2] di PPWG Zentrum GBKP, Kabanjahe. Mereka berkumpul atas adanya peluang mendapatkan tanggungan biaya kuliah secara penuh di Universitas Pelita Harapan, Jakarta. Peluang ini dimungkinkan oleh adanya penyelenggaraan beasiswa untuk program pendidikan yang diselenggarakan oleh universitas yang dipimpin oleh Jonathan Parapak, bekerjasama dengan Moderamen GBKP (Bidang Diakonia) dalam penyeleksiannya.

Hari ini, mereka mengisi formulir pendaftaran yang dikenakan biaya hanya Rp. 50.000/  siswa.

“Besok [Selasa 16/2] mereka akan ditest di 2 lokasi terpisah, yaitu PPWG Zentrum dan Kantor Moderamen GBKP,” kata Pdt. Rehpelita Ginting (Sekum Moderamen) kepada Sora Sirulo.

UPH 2
Pdt. Rosmalia br Barus (Ketua Bidang Diakonia GBKP) terlihat melayani peendaftaran.

Adapun kesempatan yang terbuka untuk diuji adalah Program Pendidikan S-1 antara lain: PGSD, Bahasa Inggris, Biologi, Ekonomi, Matematika, Kimia, Fisika, Pendidikan Agama Kristen serta Program Keperawatan. Target program ini adalah siswa-siswi kelas XII (3 SMA) serta lulusan SMU (sederajat) maksimal 2 tahun.

“Ada 400 lebih siswa yang mendaftar untuk mengikuti ujian besok,” kata Musyawarah Tarigan, salah satu petugas pendaftaran.

Terlihat pula ada beberapa orangtua siswa yang mendampingi anak mereka mengikuti tahap pendaftaran ini sebagai bentuk dukungan mereka. Sungguh menarik melihat animo mereka mengikuti kegiatan, mengingat jadwal penerimaan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri, baik jalur undangan khusus maupun SNMPTN yang belum dilaksanakan. Sangat luar biasa respon mereka yang hadir mengingat UPH adalah Perguruan Tinggi Swasta favorit.

Dari Riyadi Sembiring (petugas pendaftaran), Sora Sirulo mendapat informasi bahwa asal siswa-siswi tersebut tidak hanya dari SMA beberapa kecamatan di sekitar UPH 3Kabupaten Karo. Tak tanggung-tanggung, bahkan ada siswa-siswi dari Gunung Sitoli (Nias), Pancurbatu (Deliserdang), Lawe Sigala-gala (Aceh enggara), Medan, Namorambe (Deliserdng) dan Delitua (Deliserdang) pun tercatat dalam daftar hadir peserta.

Totoken kami ya, bang,” kata Ega br Batunanggar kepada Sora Sirulo.

Ega adalah anak pengungsi Sinabung asal Desa Gukinayan yang pernah mendapat pelayanan dari reporterndu ini.

Harapan kita bersama, dari penyaringan ini putra-putri Karo secara khusus bisa mencapai cita-cita mereka untuk mengecap pendidikan yang tinggi tanpa dibatasi oleh kelemahan ekonomi.




Leave a Reply