Renungan Politik: LGBT

0
122

transgenderMenkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah belum memikirkan adanya rencana penutupan situs LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Hal itu, kata dia perlu dibicarakan bersama.

Betul, Pak Luhut, ’perlu dibicarakan bersama’. Artinya, terbuka bersama publik! Soal LGBT adalah persoalan masyarakat. Publik harus bisa secara terbuka kasih pendapat dan usul penyelesaiannya.

“Kita tidak demen laki kayak perempuan. Saya enggak suka itu laki ciuman sama laki, laki bergaya feminim. Laki-laki itu ganteng,” ujar politisi PKS.

Hahaha . . .  persoalan masyarakat kan bukan soal saya suka apa tidak, Pak PKS. Tambah lucu saja orang ini.




Pun anggota Komisi III DPR lainnya, Aboe Bakar Al-Habsyi menolak adanya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) menyebar di Indonesia.

“Sebab, LGBT adalah salah satu ancaman yang lebih bahaya daripada terorisme dan narkoba,” katanya.

Nah, ini bagus kalau dilengkapi dengan keterangan dan argumentasi lebih luas mengapa LGBT bisa sama bahayanya dengan narkoba dan terorisme. Mari, Pak Bakar Aboe, sebarkan dan luaskan diskusinya ke publik seluruh dunia! Ini akan bisa bikin penceahan yang mantap, dan pencerahan adalah bagian dari solusi.

Kalau hanya main tutup-tutup tanpa pencerahan, tak ada gunanya.

Malem Ukur Ginting (Gothenburg, Sweden)




Leave a Reply