Lensa Boy Syahputra: PASAR ROGA (Berastagi)

0
156

Pasar Roga 1




Boy Syahputra 1BOY SYAHPUTRA. BERASTAGI. Keramaian yang dilingkupi tawa, senyum dan canda, beserta raut sedih yang menanti pembeli datang. Anak-anak juga terlibat dalam transaksi jual beli yang dilakukan oleh orangtua mereka.

Tawa dan tangis mereka menyemarakkan keramaian Pasar Roga, Berastagi (Dataran Tinggi Karo).

Pasar ini adalah salah satu diantara beberapa tempat dimana terjadi transaksi antara petani dengan para pedagang antara yang disebut verkoper atau broker. Keduanya adalah istilah dari bahasa Belanda. Verkoper artinya penjual, sedangkan broker adalah perantara penjual dengan pembeli.

Istilah verkoper memang tepat digunakan untuk mereka karena mereka yang menjualkan hasil-hasil panen petani ke para pedagang besar di Medan atau langsung pasar roga 5ke Batam atau Jakarta. Istilah broker juga tepat karena mereka memang menjadi perantara petani dengan pedagang besar.  Bagaimanapun juga, baik verkoper maupun broker, mereka harus memiliki uang untuk membayarkan lunas para petani atas hasil panen yang mereka terima dari petani. Nanti mereka mendapat uang lebih dari pedagang besar di Medan, Batam atau Jakarta.

Tapi itulah tawa, senyum dan tangisan bisa selalu terjadi baik di kalangan petani maupun di kalangan para pedagang antara ini. Membeli cabai merah di Berastagi dengan harga Rp. 32.000/ Kg, misalnya, tapi tiba-tiba di malam harinya harga cabai turun drastis di Medan oleh satu dan lain hal hingga ke harga Rp. 29.000/ Kg, misalya, tentu akan mengundang sendu di wajah mereka. Begitu juga para petani jeruk baru-baru ini yang mengharapkan harga paling tidak Rp. 8 ribu/ Kg tapi tiba di Pasar Roga ternyata Rp. 5 ribu/ Kg.

Mari kita nikmati keramaian di Pasar Roga sebagaimana kita jepret kemarin [Kamis 18/2]. Oh, ya, sebagian besar yang disebut verkoper atau broker itu biasanya adalah perempuan.

Pasar Roga 3a

pasar roga 6pasar roga 7pasar roga 4apasar roga 8pasar roga 9




Leave a Reply