Bocah Sinabung Melawan Bosan

0
130




Jhon RockyJHON ROCKY. KABANJAHE. Teriknya mentari tidak menyurutkan bocah-bocah asal kaki Gunungapi Sinabung itu bermain. Mereka saling berkejaran. Sejenak mereka melupakan getirnya hidup di Posko Pengungsian yang telah hampir 3 tahun mereka diami.

Mereka tertawa lepas tanpa beban seakan hidup yang mereka jalani ini indah. Wajah-wajah lugu mereka terlihat berusaha melupakan tragedi Sinabung yang telah merenggut kebahagiaan mereka.

Sekarang, mereka sama dalam status sosial tanpa ada istilah anak orang kaya dan anak orang miskin. Mereka juga harus bersama melawan rasa jenuh di tempat anak sinabung 3pengungsian. Seperti penuturan seorang bocah Sinabung, Ricky Sitepu warga Desa Singgarang-garang (Kecamatan Naman Teran) kepada reporer Sora Sirulo hari ini [Jumat 19/2].

“Aku ingin sekali bisa kembali ke kampung halaman. Sudah jenuh di sini,” tuturnya.

Bocah kelas 4 SD ini juga mengatakan sering merasa sedih karena melihat orangtuanya sering melamun seakan memikirkan masa depan kehidupan mereka.

“Orangtuaku sering melamun, bang, buat aku sering sedih,” katanya sendu.

Derita itu memang tak pantas mereka terima. Bocah-bocah itu harusnya bisa menikmati masa kecil dengan riang. Tapi kini, bocah Sinabung itu harus rela merasakan getirnya kehidupan di pengungsian tanpa pernah tahu kapan semua kisah ini akan berakhir.




Leave a Reply