Terowongan PT WEP PLTA Rih Tengah Meledak (6 Tewas, 7 Kritis)

0
186




B. KurniaB. KURNIA PARGAULAN P. KABANJAHE. Diduga tidak memenuhi faktor keselamatan kerja, terowongan PT Wampu Electric Power (WEP) meledak mengakibatkan 6 orang tewas di tempat, dan 7 orang kritis mengalami luka bakar. Seluruhnya korban dibawa ke RS Efarina, Berastagi. PT WEP adalah perusahaan yang bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang berada di Desa Rih Tengah (Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo).

Data yang diperoleh Sora Sirulo di RS Efarina dari pihak kepolisian, korban yang tewas adalah Hamzah, Indra Cakdum, Anto Cibro (40), Ruben Manurung (25), Ihsan (20), dan Rojadi Mbako (30). Adapun korban kritis yang masih hidup yakni Ewin (29), M. Yunus (35), Dame (23), Dirmansyah (32), Panjang, dan Didit Perdana.

Rih Tengah
Korban meletus terowongan PT WEP saat tiba di RS Efarina Berastagi.

Menurut seorang saksi mata yang merupakan korban yang berhasil selamat, peristiwa itu berawal ketika 13 orang beserta dirinya bekerja di dalam terowongan. Saat itu ia bekerja di dalam terowongan melangsir kayu bersama korban yang  berjarak 5 meter. Ia melihat adanya sambungan kabel listrik terbuka tanpa isolasi untuk penerang di dalam terowongan. Posisi kabel dari atas terowongan dan berdekatan dengan para korban saat bekerja.

Ia kemudian melihat percikan api di areal lokasi kerja korban meninggal dunia, kemudian terjadi ledakan. Melihat ledakan ia langsung melompat ke air di terowongan sementara penerangan padam di dalam terowongan. Ia bersama 5 orang rekannya yang masih hidup keluar dari dalam terowongan dengan merayap dan meraba, hingga datang bantuan dari Posko dan karyawan membawa para korban yang masih hidup dan yang sudah meninggal dunia untuk dievakuasi.

Menurut Mr Im Sung Hun selaku Civil Engineering PT PEN di lokasi kejadian ketika dikonfirmasi oleh Kapolres Karo AKBP Viktor Togi Tambunan didampingi Kapolsek Rih Tengah 2Kutabuluh AKP E. Sembiring dan Tim Identifikasi, peristiwa itu terjadi sekira 08.40 Wib.

“Awalnya, ada asap dari genset. Lalu saya suruh matikan genset tersebut kepada operator. Selang beberapa menit keluar 4 orang pekerja dari terowongan dengan luka bakar dan meminta tolong. Dari situ saya dan pekerja lainnya langsung turun ke terowongan untuk menolong pekerja lainnya yang masih di terowongan,” ujarnya memberi keterangan dalam bahasa Indonesia.

Dikatakannya lebih lanjut, pekerja terowongan ada 17 orang dengan rincian 4 orang berada di atas dan 13 orang dalam terowongan untuk memasang mal (persiapan plagging) terowongan. Sementara lampu di dalam terowongan hanya satu, kabel listrik dipasang di dinding dengan cara dipaku.

Pantauan wartawan hingga 19.00 wib, peti jenasah sudah masuk ke dalam rumah sakit sementara ambulans telah bersiap mengirim jenasah ke pihak keluarganya masing-masing.

“Sebentar lagi sudah berangkat,” kata salah seorang pegawai rumah sakit sambil berlalu.

Dandim 0205/ TK Letkol Inf Agustatius Sitepu yang ditemui wartawan di RS Efarina menyampaikan belangsukawa terhadap korban yang meninggal dunia. Ia telah menemui pemilik perusahaan Mr Wang untuk segera menyelesaikan kecelakaan ini, sehingga seluruh korban mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja.




Leave a Reply