Kolom M.U. Ginting: MILITAN APA?

0
149




M.U. GINTING 3”Pemerintah Australia yang mengeluarkan peringatan serangan-serangan militan yang sedang direncanakan di Indonesia”, malah Kapolri bilang soal ini tak perlu dibesar-besarkan. Betul sekali, Pak Kapolri, tak usah ikut Australia membesar-besarkan soal ’serangan militan’ ini. Istilah ’militan’ yang dulu dikaitkan dengan Islam, sekarang tak ada lagi istilah ’Islamnya’ dalam peringatan Australia ini.

JK sudah lama bilang tak ada kaitan teroris dengan Islam, atau dengan radikal atau militan Islam. Australia sudah tak berani mengaitkannya denga Islam, karena sudah jelas tak ada kaitannya, sudah ditegaskan oleh Wakil Presiden JK. 

Lantas, ’militan’ itu kaitannya dengan apa atau siapa? Australia jadi ‘bingung’ sendiri. Pasti ada di belakangnya. Kalau bukan Islam lantas siapa? Bagi Indonesia dan mayoritas terpelajar dunia (akademisi) sudah jelas kaitannya dengan ’terror-based militan 2industry’ atau ’war-based economy’ dari pihak GREED AND POWER dunia alias neolib.

Karena itu juga, bagi Indonesia sudah jelas teror tak perlu ditakuti, sesuai dengan nasihat Presiden Jokowi. Juga sudah banyak yang paham dari tulisan-tulisan akademisi dunia, kalau terorisme itu adalah Fear Mongering bikinan ’terror-based industry’ atau ’war-based economy’.

Jadi, ’serangan militan’ yang digemboskan pemerintah Australia kemarin itu jelas dalam rangka memperkuat Fear Mongering, terutama bagi turis Australia yang datang ke Indonesia. Karena itu, juga Kapolri bilang tak perlu dibesar-besarkan, apalagi ditakuti, tak perlu dan sudah ditegaskan oleh Presiden Jokowi. 

Dan juga sudah terbukti, teror Thamrin ditumpas dalam menit-menitan saja. Bisa saja Fear Mongering ini dibikin lebih besar lagi, atau lebih canggih lagi, tetapi hakekatnya tak berubah, di belakangnya adalah ’war-based economy’ dari golongan GREED AND POWER, bukan militansi Islam atau radikalisme Islam. Greed and Power ini masih giat di Indonesia karena ada Freeport yang masih bernasib seperti telur di ujung tanduk. 




Leave a Reply