Wajah Remaja Itu Ditinju dengan Batu Cincin oleh Wak Ali

0
101




imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. MEDAN. Ronald Loi (18) warga Jl. Suka Tirta, Kelurahan Suka Maju (Medan Johor) ketiban sial. Ketika ia sedang bercanda dengan temannya, wajahnya malah berdarah ditonjok Wak Ali (43) pakai batu cincin.

Cerita Ronald saat membuat laporan ke Polsek Delitua, penganiayaan yang dialaminya terjadi saat dia bersama beberapa temannya sedang duduk-duduk di Jl. Kanal sepulang bermain futsal sambil bersendagurau [Minggu 28/2: sekira 02.00 wib]. Lantas, ketika Ronald dan temannya tertawa terbahak-bahak, Wak Ali kebetulan melintas dalam keadaan mabuk.

batu cincin
Korban Ronald (pakai baju biru) saat mendatangi Polsek Delitua.

Merasa dirinyalah yang ditertawai, Wak Ali menghampiri para pemuda itu sambil berkata: “Ada yang preman di sini?!” Mendengar Wak Ali tiba-tiba datang sambil marah, sekelompok remaja tanggung itu pun mendadak diam.

“Karena dimob (digertak, red.), kami memilih diam. Soalnya kami tak tau apa salah kami,” kata Ronald.

Lantaran Wak Ali terus marah-marah tanpa sebab, Ronal kemudian memberanikan diri berbicara kalau diantara mereka tidak ada yang preman. Selanjutnya Wak Ali pun berkata mengapa dirinya ditertawai saat melintas. Meski telah dijelaskan bukan dirinya yang ditertawai, Wak Ali tetap tidak terima.

“Sudah kami bilang bukan dia yang kami tertawai. Tapi dia tidak terima. Kami tidak mau melawan ucapanya karena pada saat itu ia lagi mabuk,” sambung salah satu rekan Ronal.

Akan tetapi, sambungnya, Wak Ali langsung mendatangi Ronald lalu menumbuk wajah korban. Karena pada salah satu jemari Wak Ali terdapat batu cincin, pipi sebelah kiri Ronald terkoyak dan mengeluarkan darah. Melihat Wak Ali mulai beringas, Ronald bersama temannya memilih kabur menyelamatkan diri. Hari itu juga [Minggu 28/2: sekitar 13.30 wib], Ronald didampingi temannya mendatangi Polsek Delitua guna membuat laporan.

Kapolsek Delitua melalui Kanit Reskrim Iptu Jonathan SH ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban untuk ditindaklanjuti.




Leave a Reply