Tidak Cukup Makanan Pengungsi Sinabung

0
161




jebta 3JEBTA SITEPU. TIGANDERKET. Berawal dari pemberitaan di media online bahwa pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung terancam kelaparan membuat tim Sora Sirulo berniat menelusurinya. Kemarin [Senin 29/2], tim Sora Sirulo berangkat ke Posko Pegungsian korban erupsi Gunung Sinabung yang terletak di Desa Terung Peren (Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo), 10 Km dari terminal bus Selamat Jalan di Pasar Tiganderket.

Alasan tim memilih lokasi ini karena letaknya yang sangat jauh dari pusat Kota Kabanjahe (50 Km dari Kabanjahe) dan juga untuk memastikan apakah bantuan merata ke setiap posko atau bantuan hanya terpusat pada posko-posko yang ada di seputaran Kota Kabanjahe atau Kota Berastagi.

pengungsi 13
Membagi jatah makan siang

Sesampainya di lokasi pengungsian ini, tim langsung disambut sisa debu vulkanik yang dihembuskan angin akibat erupsi Sinabung kemarin [Senin 29/2: sekitar 01.30 wib dinihari]. Tim juga disambut oleh salah seorang penanggungjawab posko, ibu Mega br Karo-karo. Ia menuturkan, selama 2 bulan terahir ini, bantuan mulai berkurang.

“Bahkan untuk makan sehari-hari saja pun kami kekurangan. Pernah jatah nasi hanya 1 cangkir plastik per orang. Sedangkan untuk lauk pauknya hanya ala kadarnya saja,” tuturnya.

Para pengungsi yang berada di Gudang Konco (Desa Terung Peren) ini berasal dari Desa Mardinding. Sudah 8 bulan mengungsi, humlah pengungsinya 265 KK atau kurang lebih 925 orang.

Terkait dengan ancaman kelaparan sebagaimana yang diberitakan di media, Mega mengatakan, 2 bulan terakhir ini bantuan kurang sehingga para pengungsi kesulitan untuk makan.

“Kalau kelaparan sih enggak. Hanya saja, pernah jatah per orangnya hanya 1 cangkir plastik karena stok beras habis. Untuk sayur dan lauknya kalau ada lauk, sayurnya enggak ada. Saat ada sayurnya, lauknya pula yang enggak ada,” katanya.

pengungsi 14
Mega br Karo saat diwawancarai oleh anggota tim liputan Sora Sirulo Reny F br Ginting.

Mega juga menjelaskan, beberapa hari ini para pengungsi cuma makan nasi dan wortel tok. Ikan tidak ada.

“Hari ini lauknya terong dan ikan teri ditumis. Kam liat aja ke belakang, mari, pas lagi masak,” kata Mega.

Demikian juga halnya dalam hal obat-obatan yang dirasakan sangat kurang.

“Kalau MCK dan tempat tidur sudah lumayan. Tapi, untuk tenaga kesehatan, dulu ada bidan desa. Dia sudah meninggal. Kalau dari Dinas Kesehatan, datangnya cuman 1 bulan sekali,” papar Mega.

Saat melihat ke dapur pengungsian, beberapa orang yang sedang masak langsung menyalami tim.

”Foto dulu nasik sama sayur kami ini, dek,” kata bapak merga Ginting yang langsung disambut oleh ibu beru Perangin-angin: “Kami pun foto ya, dek.”

Di saat itu pula Sora Sirulo menanyakan bagaimana perasaan mereka. Mereka rata-rata menjawab belum puas terhadap kinerja aparatur pemerintahan karena untuk makan saja mereka kesulitan. Namun begitu, mereka tidak mau sepenuhnya menyalahkan pemerintah.

pengungsi 11
Menerima jatah makan siang

“Masih banyak bencana di Indonesia ini, bukan hanya Sinabung. Ini pun lumayannya, Posko pengungsian ini sudah diberikan tenda-tenda kecil untuk tempat tinggal. Tenda tersebut diisi 2 – 3 keluarga sehingga tidak lagi tidur berhimpitan.

Dari percakapan dengan rata-rata pengungsi, kiranya keluhan mereka yang utama adalah makanan.

“Kami tidak keberatan bila makanan hanya terdiri dari beras catu dan ikan asin. Akan tetapi, hendaknya tersedia setiap hari,” kata Pak Ginting.

Tim Sora Sirulo pun berkesempatan makan bersama para pengungsi. Di saat makan bersama inilah, perasaan mulai berdegup tak karuan. Badan bergetar menahan air mata yang mulai membanjir melintasi sukma.

Betapa tidak! Mereka berebut jatah makanan bahkan sempat terjadi adu mulut akibat beras Bulog yang sudah menjadi nasi dan lauk yang juga sekaligus sayur ternyata sudah habis.

Setelah makan siang bersama, tim Sora Sirulo pun beranjak pergi. Inilah fakta hidup di pengungsian, bukan kelaparan tapi kekurangan. Pasrah dan iklas menjalaninya. Kami hanya penyambung rasa dengan berita, pembaca semua adalah saksi kehidupan.

Inilah oleh-oleh kami dari Posko Pengungsian Sinabung yang jauh dari keramaian kota, sehingga jarang mendapat perhatian.

pengungsi 15
Memasak makan siang
pengungsi 10
Tenda pengungsi dengan latar belakang Gg. Sinabung
pengungsi 16
Wortel pesediaan makan malam


Leave a Reply