Pemadaman Listrik Telah Melahap Korban (Kebakaran di Kabanjahe)

0
165




B. KurniaB. KURNIA PARGAULAN P. KABANJAHE. Hari ke dua pemadaman arus listrik di Kabanjahe sekitarnya menuai musibah. Akibat pemadaman itu, warga menyalakn lilin untuk penerangan. Namun, akibat kelalaian warga maka kebakaran pun terjadi untuk ke sekian kalinya di pemukiman padat Kelurahan Kampung Dalam, Kabanjahe, persisnya di Jl. Bhayangkara (bersebelahan dengan Rumah Tahanan) [Selasa 1/3 sekitar 23.00 Wib Malam].

Kebakaran ini menghanguskan 9 rumah tinggal dan 1 rumah terpaksa dirusak untuk menghambat api menjalar lebih luas. Akibat kebakaran ini, 9 keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka sementara ditampung di rumah keluarga masing-masing.

Menurut informasi dan data yang diperoleh Sora Sirulo dari berbagai sumber, kebakaran diawali dari rumah papan di sekitar tengah lokasi. Tak jelas sumber resminya, tiba-tiba saja api membara di tengah-tengah gelapnya sekitar pemukiman dari satu bangunan papan yang berada dua pintu.

Hal ini membuat warga tersentak dan panik dengan adanya kepulan api. Mereka langsung memberikan pertolongan ataupun penyelamatan diri dan harta benda sekitar rumah. Namun, naas tak dapat ditolak. Api semakin membara dan menguasai rumah pemukiman warga sekitar.




“Pertolongan pemadaman api melalui air terkendala dikarenakan tidak ada pipa air umum. Air di rumah warga sangat minim setelah pasokan PDAM dalam 2 hari ini tidak mengalir,” tutur M. Nainggolan kepada wartawan [Rabu 2/3: pagi di Tempat Kejadian Perkara(TKP).

“Memang suatu musibah yang sangat memilukan atas kejadian kebakaran ini, bang,” ujar Nainggolan di sela-sela menjelaskan jalannya peristiwa.

Untungnya api akhirnya dapat dilokalisasi dan dipadamkan dengan kerjasama warga dengan tim pemadam kebakaran. Personil Polri dan TNI turut memberikan bantuan.

“Kalau tidak begitu, Kampung Dalam ini yang padat penduduk dan rumah berbahan mudah terbakar bisa jadi lautan api,” tambah Nainggolan.

Lurah Kampung Dalam, Ramli Tarigan, yang ditemui wartawan mengatakan, asal usul api masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib.

“Di saat terjadi musibah ini, personil Polri dan TNI serta aparat pemerintah daerah langsung turun memberi bantuan pengamanan manusia dan perabot yang masih sempat diselamatkan serta mencegah kebakaran meluas,” kata Ramli.

Adapun nama-nama para kepala keluarga yang mengalami musibah adalah sebagai berikut: Gustaria br Simbolon atau Nande Parlin (2 unit rumah), Banta Ngena br Ginting, Tukini, Daud Abadi S Meliala, Syahril, Rupa Malem br Sebayang dan Rusta br Sembiring serta Risliana br Siregar. Sedangkan rumah Andar Hutagaol adalah yang terpaksa dirusak.



Leave a Reply