Kolom Darwono Tuan Guru: SESAMA

0
238





[one_fourth]RESONANSI BERITA HOT[/one_fourth]

Darwono 2Forum Alumni Al-Azhar Mesir Indonesia (FAAMI), Selasa, melaporkan pemilik akun Facebook atas nama Abu Aqila ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penistaan dan penyebaran fitnah terhadap Pemimpin Tertinggi Al-Azhar Mesir Grand Syekh Ahmad Al-Thayyib.

Ketua Umum FAAMI Ali Mashar mengatakan dalam akun Facebook Abu Aqila pada Jumat (26/2) pukul 09.15 WIB tertulis status yang menuding Syekh Al-Azhar sebagai “Syaikhul Azhar Palsu” dan “Paus Al-Azhar”.

Tak hanya itu, Abu Aqila yang merupakan pemilik Klinik Syariah Bengkel Rohani itu memuat foto tak senonoh menggambarkan Syekh Al-Azhar berciuman dengan Paus Fransiskus.

“Ini penghinaan yang nyata,” kata Ali Mashar ketika melapor ke Polda Metro Jaya.

Pada kesempatan itu rombongam FAAI diterima oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Mujiono yang didampingi oleh Kanit Cyber Crime Polda Metro Jaya Kompol Pian.

(ANTARA NEWS)


[one_fourth]RESONANSI TUAN GURU[/one_fourth]

Berdasar pengantar status yang memuat berita dari Anatara itu, fitnah itu dilakukan oleh seorang yang berjenggot dan berjidad hitam. Jika jidad hitam dan berjenggot yang konon melakukan sunah rasl (memanjangkan jenggot) tetapi perilakunya keji, memfitnah, menyebar dusta dll, maka atsarisssujudnya hanya sebatas jidad yang kapalen, bukan asyiddaau ala kuffar, ruhamaau bainahum, tegas terhadap orang kafir dan berkasih sayang diantara orang beriman sebagai tanda pengikut Rasul.

Jangan-jangan saat sujud hanya sibuk nggosokin jihad dan tiap saat cuma ngitungin jenggot, bukan memahami tasbih dan tahmid saat sujud (bacaan sujud) dan keagungan tuhan, tapi keagungan jidad hitam.

Sudah seharusnya orang-orang yang secara fisik menampilkan sunah Rasul, segala sepak terjangnya harus menunjukan akhlaqul karimah, uswah hasanah agar Keindahan Pribadi rasul tidak ditutupi (mahjub) oleh perilaku tidak seharusnya itu.

Sibuk memelihara jenggot, menjalankan sunah rasul tetapi lupa kewajiban sebagai sesama muslim yang harus saling menjaga maunnah, kehormatan, cinta kasih dan tolong menolong, sama saja mengutamakan yang sunah tetapi melalaikan yang wajib. Ini logika terpelintir. Sangat disayangkan.


[one_fourth]Mari Kita renungkan:[/one_fourth]

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ

Yang artinya: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (QS al Fath:29).




Leave a Reply