Kolom M.U. Ginting: WAR-BASED ECONOMY

0
148




M.U. GINTING 3Bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, AS perlu perang, kita bisa mengerti. Misalnya, untuk memodernisasi NATO, sangat dibutuhkan pembaruan senjata dan perlengkapannya. Pertumbuhan ekonomi dari berbagai perang berperan sangat strategis peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Seorang Belgia, director of geopolitical research center Euro-Rus, bilang:

 “The whole [ US ] economy is built on the military theme: to maintain its economic growth, the United States needs a war every 4 years, otherwise the economic growth slows down.”- Lihat di SINI.

 

Dengan bubarnya Blok Timur dan selama 25 tahun terakhir memang sulit bagi NATO meningkatkan perlengkapannya secara rutin, seperti ketika dalam era perang dingin warlalu. Ketika itu, hampir tak ada persoalan atau penentangan dari publik negeri bersangkutan. Mereka bisa menggunakan pajak seberapa banyak pun demi meningkatkan daya tempur NATO, demi melindungi AS dari musuh utama Blok Timur itu.

Terakhir dengan munculnya persoalan Ukraina, harapan ’permusuhan’ itu muncul lagi sehingga meningkatkan budget militer NATO tak banyak menghadapi soal, seakan-akan motto ‘The Russians are coming!’ menjadi relevant lagi.

Bagi banyak orang dan rakyat-rakyat dunia semakin ada pemahaman yang lebih mendalam soal hubungan antara ekonomi dan teror atau pemahaman praktis soal hubungan ekonomi dan perang secara umum. Apakah dengan pemahaman yang semakin mendalam ini kita bisa menghindari perang atau terorisme? 

Yang pasti ialah bahwa tanpa pengertian dan pemahaman atau tanpa pengetahuan tentang seluk beluk ’war-based economy’ ini, pastilah lebih tak mungkin lagi untuk menghadapinya apalagi menghindarinya. Dan dalam era keterbukaan dan partisipasi publik yang luas sekarang ini, semakin mudah untuk mendapatkan pengetahuan yang diperlukan, atau pengetahuan apa saja.

Dan, kita tetap membutuhkan peningkatan pengetahuan kita. 




Leave a Reply