Harga Sayur di Berastagi dan Pancurbatu

0
231




Mulana TarsilMULANA TARSIL. BERASTAGI. Hari ini [Sabtu 5/3] adalah hari pekan di beberapa tempat di Tanah Karo seperti halnya Berastagi (Dataran Tinggi Karo) dan Pancurbatu (Karo Hilir). Hari-hari pekan ini adalah hasil kreasi Belanda, khususnya Pdt. J.H. Neumann.

Sebelum kekuasaan kolonial, hanya ada pasar tradisional di Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung) yang bergiliran selama 5 hari sekali. Seperti di Jawa, sepekan adalah 5 hari. Agak mengherankan juga sebenarnya mengapa tidak ada pasar sama sekali di Karo Hilir (Karo Jahe) kecuali pelabuhan ekspor lada di Sunggal (Kerajaan merga Surbakti yang melawan Belanda nantinya selama 73 tahun sehingga sejarawan tiga 2T. Lukman Sinar menyebut Perang Sunggal perang terpanjang di Indonesia) dan Pelabuhan Belawan sebagai tempat mengekspor kuda dari Dataran Tinggi Karo ke Penang.

Sejak Neumann mengkreasinya di jaman kolonial dan sampai sekarang masih tersisa hari-hari pekan itu di kalangan Karo, walaupun di luar hari pekan sebagian dari pasar-pasar itu tetap akif juga. Selain Berastagi dan Pancurbatu yang hari pekannya Sabtu, ada Sibolangit yang aktif hari Jumat. Karena itu, bila kam menuju Berastagi dari Medan selalu ada kemacetan kecil di Desa Sibolangit sehubungan dengan keramaian hari pasar yang kebetulan terletak di tepi jalan raya itu.

Demikianlah liputan Sora Sirulo hari ini di Pasar Roga Berastagi (Mulana Tarsil) dan Elida Ketaren (Pancurbatu) berhasil mencatat beberapa harga sayuran sebagai berikut.

 

Tiga (Pasar) Roga, Berastagi:

Cabai merah Rp. 45.000

Cabai rawit Rp. 32.000

Tomat Rp. 4.500/ Kg

Buncis Rp. 5.000/ Kg

Sayur pait Rp. 5.000/ Kg

Kol Rp. 1.000/ Kg

 

Elida Ketaren
ELIDA KETAREN adalah juga pengusaha ikan asap (nurung kerah). Bisa pesan di SINI.

Tiga (Pasar) Pancurbatu yang di Jaman Kolonial disebut Arnhemia (Dicatat oleh Elida Ketaren):

Cabai merah Rp. 46.000/ Kg

Cabai rawit (lacina gendek) Rp. 40.000/ Kg

Sayur putih Rp. 5.000/ Kg

Bunga kol Rp. 15.000/ Kg







Leave a Reply