Kolom M.U. Ginting: SILANG PENDAPAT

0
104




M.U. GINTING 3Banyak perubahan (politik) ketika Indonesia di bawah Presiden Jokowi-JK. Dari banyak partai penentang pemerintah, dalam tempo satu tahun sudah semua partai penentang jadi ’pendukung’. Tinggal satu partai saja yang jadi ’partai oposisi’. Semua kejadian ini dimulai dengan perpecahan dalam partai-partai oposisi itu. Itulah proses dan dinamikanya. Fadli Zon adalah Wakil Ketua Umum dari partai oposisi yang masih bertahan (Gerindra).

“Kita tidak menafikan dengan perlunya akomodasi terhadap partai politik, tapi carilah orang-orang yang terbaik di bidang masing-masing. Jangan hanya karena ingin ada suatu akomodasi,” kata Fadli Zon.

Bagus kritiknya Pak Fadli. Dia bisa jadi oposisi yang lebih tepat sasaran, seperti dalam hal Freeport dan menteri ESDM SS, dia bikin kritik yang bersifat membangun.

Pemikiran Fadli Zon soal silang pendapat antara menteri ESDM SS dengan Menko Maritim RR. SS jelas bikin kesalahan serius bikin perpanjangan kontrak Freeport, jelas melanggar hukum. Betul Fadli yang menyarankan SS dicopot.

Bahwa silang pendapat akan selalu muncul, adalah suatu yang alamiah dan bisa positif, artinya tidak selalu negatif. Silang pendapat pada era keterbukaan sekarang ini kontradiksimembikin persoalan berada di atas meja. Pendapat yang salah atau perbuatan yang sudah jelas salah akan diadili diatas meja publik.

Kalau tak ada silang pendapat, tak ada juga apa-apayang terjadi atau yang bisa dicatat oleh publik. Dari suatu yang ’tak ada apa-apa’ tak muncul juga sesuatu yang baru, tak akan ada pembaruan. Karena itu, jangan takut sama ’silang pendapat’, karena silang pendapat adalah pendapat/ opini dari segi yang bertentangan, sesuatu yang tak akan pernah keluar kalau tak ada silang pendapat yang dinyatakan atau yang ditaruh di atas meja.

Di samping itu, bisa juga terjadi bahwa tanpa silang pendapat, bisa bertendensi hanya membenarkan pendapat yang sudah ada dan yang belum tentu benar, karena belum teruji oleh publik.

Dalam tradisi way of thinking Karo istilahnya ialah ’sipanjang punjuten’ atau kontradiksi, atau adalah syarat penting perubahan, dpl kontradiksi adalah tenaga penggerak perubahan. Tanpa silang pendapat atau sipanjang punjuten, tak mungkin ada perubahan dalam pikiran, dan tak mungkin ada pembaruan yang tercipta dalam pikiran dan yang kemudian juga tercermin dalam praktek atau kenyataan. Silang pendapat hanyalah pencerminan berbagai sudut pandang. Tanpa silang pendapat tak mungkin tercipta pandangan yang ilmiah.

Artinya, penggalian yang lebih mendalam tiap persoalan. bagi kedua belah pihak yang bertentangan, mendorong peninjauan dari semua sisi, terutama dari sisi yang bertentangan. 

“Dulu kan tujuannya begitu mau membuat suatu kabinet yang profesional terus kontradiksi 2kemudian dikelabui dengan profesional politik,” kritik Waketum Gerindra ini.

Tujuan bikin kabinet profesional, tetapi kemudian dikelabui dengan profesional politik. Tujuan bagus tetapi di tengah jalan menyimpang, seperti yang dibikin oleh menteri SS, malah bikin perpanjangan Freeport. Itulah yang menyimpang dengan adanya sikap ’profesional politik’ itu.

Politik apa? SS perpanjang kontrak Freeport dan menawarkan saham 21 T, dan telah bikin gatal pantat Ketua DPR Setnov mau minta gratis saham Freeport atas nama presiden pula.

’Profesional politik’ dan duit jadi sejalan atau memang begitu urutannya, politik, duit, atau duit, politik. Setnov gagal dan dipecat dari Ketua DPR. Boss Freeport juga dipecat, bom Thamrin diharapkan bisa mengubah arah pemikiran politik pemerintah dan rakyat Indonesia. Tetapi kenyataan yang muncul malah terbalik. Orang lebih memahami bahwa bikin bom dan membom orang banyak bukan mau bikin film dan filmnya jadi laku, tetapi maksud membunuh sebanyak mungkin orang banyak pasti ada tujuan lain. Sudah jelas bukan untuk agama Islam, karena alasan ini sudah tak laku terutama di Indonesia.

JK sudah bilang itu. Lantas alasannya apa? Duit tadi itu, lho! Itu saja. Bom bikin takut semua orang dan bikin takut presiden/ pemerintahan (fear mongering), supaya menyerah mengikuti kehendak pemilik bom. Ha ha ha . . .

Jokowi sudah tegaskan tak perlu takut sama teroris dan ditumpas menit-menitan saja itu teroris Thamrin. Bingung juga nih pemilik bom canggih (terror-based industry’, ’war-based economy’), bom mereka itu sudah dinyatakan tak ada kaitannya dengan Islam dan tak perlu ditakuti! Pemilik bom canggih ini harus pikir lagi lebih dalam, atau bikin ledakan lebih hebat level WTC? Tetapi itu juga jelas bukan Islam (JK)! dan jelas tak perlu ditakuti (Jokowi)!

Lama-lama bingung juga, nih, bagi ’profesional politik’ ini: duit, politik . . . politik, duit . . .  Rakyat Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi-JK sudah jelas tak ada kebingungan lagi!

Indonesia sudah jadi negeri nomor 1 dalam pemikiran ini.

Maju terus Indonesia di bawah pimpinan Jokowi/ JK. Bagi oposisi, jadilah oposisi yang bisa terus mengembangkan kritik konstruktif. Oposisi adalah teman bersilang pendapat, atau teman sipanjang-punjuten. Hebat memang perkembangan Indonesia ini.








Leave a Reply