Petani Penangkar Benih Panen Perdana

0
284




B. KurniaB. KURNIA PP. LAU BALENG. Petani penangkar benih adakan panen perdana bersama perwakilan German Coopertion (GIZ) dan petugas PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) pendamping di penangkaran benih seluas 2 ha di Persawahan Panggung Baru, Desa Perbulan (Kecamatan Lau Baleng, Karo Berneh) [Minggu 6/3].

Benyamin Sitepu, adviser GIZ Kabupaten Karo didampingi fasilitator lapangan Helvi Yudho menjelaskan kepada Sora Sirulo, kegiatan ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah Indonesia dalam ketersediaan benih padi bermutu, khususnya di Sumatera Utara, melalui program Better Rice Initiative Asia (BRIA). Program ini bekerjasaja dengan Badan Bapeluh BP4K Kabupaten Karo.

padi
Petani penangkar dan perwakilan GIZ melakukan panen perdana benih Inpari 30 (label putih).

“German cooperation memberikan pendampingan, pelatihan, penyediaan benih, pendaftaran ijin penangkaran Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Selain itu, koperasi ini menyediakan tenaga fasilitator lapangan sehingga kelompok penangkar bisa mapan dan memiliki kelompok plasma untuk memproduksi benih unggul diKabupaten Karo,” papar Benyamin Sitepu.

Varietas yang ditangkar adalah Inpari 30 label putih dengan luas lahan 2 ha. Kegiatan dilakukan sejak persiapan dengan seleksi benih melalui pemilihan varietas, perawatan benih, penyemaian dan penetapan jadwal tanam serentak yang dilakukan melalui penanaman bibit muda (18 hari) dengan metode tanam jajar legowo 4 : 1,” tambah fasilitator Helvi Yudha.

Selanjutnya, produksi hasil panen menurut petugas PPL pendamping Vivery Julianto Silangit SP, Hasil ubinan mencapai 6,4 ton/ ha. Namun, kendalanya adalah serangan tikus yang menyerang saat padi mulai bunting.

“Hasil ini sudah maksimal. Kita berharap agar kerjasama ini terus ditingkatkan. Secara khusus, kita berharap kepemimpinan Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Bupati Cory Sriwaty Br Sebayang nantinya dapat membina para penangkar benih di daerah ini untuk memenuhi ketersedian benih di Kabupaten Karo,” ujar Tarigan didampingi petani penangkar Theofilus Sinulaki dan Marune Tampubolon.








Leave a Reply