Seduhan Kopi Sinabung di MTQ Kota Medan

0
166





beri panaBERI PANA SITEPU. MEDAN. Erupsi Gunung Sinabung sudah berlangsung hampir selama 6 tahun. Letusannya meluluhlantahkan kurang lebih 10 ribu Hektar lahan pertanian warga Suku Karo, khususnya di seputaran Gunung Sinabung dan menenggelamkan beberapa desa diantaranya seperti Sukameriah, Bekerah, Simacem dan tidak ketinggalan Gurukinayan.

Hampir 35.000 keluarga terkena dampak, baik langsung maupun hanya dampak debu. Berbagai bantuan sudah dikucurkan sebagai akibat dari berhentinya produksi pertanian. Bantuan datang namun kadang menimbulkan masalah karena orang Karo tidaklah suka dikasihani apalagi meminta belas kasihan. Orang Karo ingin mandiri dan berproduksi sendiri.


[one_fourth]Ingin ke ladang[/one_fourth]

kopi sinabungLahan pertanian sudah terkena dampak debu vulkanik. Ingin bercocok tanam. Konsekuensinya gagal panen. Sebagai salah satu solusi,Benson Kaban beserta tim membuat sebuah organisasi petani kopi dengan harapan bisa menjadi solusi atas gagal panen orang Karo sebagai dampak dari erupsi Gunung Sinabung.

Selain ingin meningkatkan kualitas dan harga kopi, harapan lainnya agar kopi Karo bisa dilirik mata nasional dan internasional. Sebagai salah satu upaya yang sudah dilakukan adalah dengan memproduksi kopi hasil panen di kaki Gunung Sinabung menjadi kopi siap seduh yang dinamakan Kopi Sinabung.

Kopi ini sudah dipilih sesuai kualitas kopi terbaik. Jika kopi ini dilirik internasional. bukan tidak mungkin harga kopi Karo bisa meningkat. Keuntungan yang bisa diraih Kalak Karo, bisa bercocoktanam kembali tanpa mengharap bantuan luar karena kopi jenis Arabica ini mungkin salah satu tanaman yang tahan terhadap dampak debu vulkanik Sinabung.

kopi sinabung 3
Bangunan di Komplex MTQ Medan yang arsitekturnya mengkombinasikan gaya Aristektur Islam yang diapit dengan gaya arsitektur Karo (bagian atap). Adanya kepala kerbau di puncak atap adalah sangat ciri khas rumah-rumah adat Karo yang sangat berbeda dengan rumah-rumah adat Batak yang tak menyertakan kepala kerbau sama sekali.

Walaupun bernama Kopi Sinabung, tidak perlu ragu karena sudah disterilkan sedemikian rupa shingga aman untuk dikonsumsi. Jika anda penasaran terhadap aroma dan rasa Kopi Sinabung, bisa dijumpai di stand Kecamatan Medan Tuntungan atau di stand UMKM Kopi Sinabung selama acara MTQ Kota Medan hingga 14 Maret 2016.

Kunjungan anda bisa mempromosikan Kopi Sinabung dan membantu Kalak Karo sekaligus mengingatkan kembali Karo atas militansinya dalam berproduksi di ladang, khususnya ladang kopi. Dengan Konsep ini juga mengingatkan Kalak Karo yang terkena dampak erupsi Gunung Sinabung agar “Ula Mbiar” (jangan takut). Tidak Perlu takut dan risau badai Pasti Berlalu…








Leave a Reply