Kolom Darwono Tuan Guru: TEMAN AHOK, SIAPA MEREKA?

1
145




Darwono 2Pembicaraan Pilkada DKI, tidak lepas dengan pembicaraan Teman Ahok. Siapakah mereka? Pada profil pendiri tercantum 5 nama dengan keterangan singkat yang tak seragam mereka adalah:

1. Amalia Ayunintyas,, umur 23 tahun, Juru Bicara, Pekerjaan : ex Account Execurive Media cetak Nasional.
2. Aditya Yogi Prabowo, umur 24 tahun, pekerjaan marketng obat-obatan
3. Ricard Handris Purwasaputra, umur 23 tahun, pekerjaan Guru PPKn
4. Sinngih Widyastomo (singgih) umur 22 tahun pekerjaan tidak dicantumkan
5.Muhammad Fathony, umur 24 tahun, pekerjaan tidak dicantumkan.

Dalam mukadimahnya dinyatakan : “Gerakan ini Bernama Teman Ahok”.

Laporan Keuangan Sementara sampai dengan 14 Agustus 2015
Total Pemasukan: 797.376.000,00
Total Pengeluaran: 762.978.864.00
Saldo : 34.197.136.00

Kami Belum menemukan struktur organisasi yang disebut sebagai “Gerakan ini akan ahok 16bernama Perkumpulan Teman Ahok.”

Dilihat dari laporan keuangannya, dana ratusan juta itu sungguh mengagumkan. Siapakah pengucur dana sesungguhnya, atau siapakah sebenarnya di balik mereka berlima? Karena ini menyangkut perkumpulan dan menarik dana dari masyarakat yang jumlahnya cukup besar, apakah pengumpulan dana ini legal?

Bagaimanakah sesungguhnya idealisme kelima personal ini? Pertanyaan lebih lanjut, dimanakah posisi Ahok? Apakah semua ini disekenariokan agar “terkesan” sebuah gerakan relawan?

Dari mukadimah juga kita dapat melihat, bahwa upaya mengusung Ahok dari jalur non Partai memang sudah diancang-ancang. Dari mana mereka tahu kalau partai-partai tidak mau mengusung Ahok? Apakah itu semua sesungguhnya adalah Rekayasa Ahok? Lalu sekarang, Ahok memiih jalur non partai bersama Teman Ahok?

Apakah Ahok mencoba terus mencari simpati melalui teman Ahok dengan mengesankan partai Politik suka memarahinya?

Sebaiknya masyarakat yang akan mendukung pencalonan Ahok melalui Teman Ahok perlu mengkritisi terlebih dahulu. Hati-hati, jangan sampai kita mendukung gerakan yang tidak jelas.




1 COMMENT

  1. Pastilah banyak kepentingan dibelakang Ahok sebagai calon pemenang gub DKI. Banyak biaya memang sebagai calon independent di Jakarta, dan duit bisa berdatangan dari mana saja sesuai dengan kepentingan tadi. Sudah ada catatan transparant soal jumlah uang masuk dan keluar, tetapi hanya jumlahnya, tak ada perinciannya, setidaknya keluarnya. Atau mengapa tidak masuknya juga seperti penjualan ‘kaos Ahok’ yang juga banyak hasilnya. Kalau tidak dibikin transparant semua, tentu bertentangan juga dengan politik transparansi Ahok sendiri.
    Ada dari PDIP bilang kalau ‘teman Ahok’ ini akan menjatuhkan Ahok, karena ‘teman ahok’ ini tak menyukai partai politik katanya. Ahok sudah menyatakan juga kalau setuju ‘teman Ahok’ ini karena mendukung calon independent. Ahok belum menetapkan wakilnya juga karena Djarot (PDIP) masih menunggu ‘mekanisme partai’ untuk penetapannya. PDIP ragu menetapkan Ahok, berlainan dengan Nasdem yang sudah langsung menetapkan Ahok dan mendukung Ahok karena Ahok berjuang untuk kepentingan publik dan nation Indonesia. Nasdem tak ada keraguan!

    MUG

Leave a Reply