Kolom Darwono Tuan Guru: Ahok Tinggalkan Partai, Deal dengan Cukong?

2
130




Darwono 2Ahok, mengakui telah menerima sumbangan uang saksi sebesar Rp. 4,5 milyar dari perusahaan-perusahaan ABC Group. Yang kemudian diserahkan kepada Perkumpulan Teman Ahok yang dijadikan “Etalase” kampanye Ahok. Bagaimana dengan dana kampanye? Uang capai, dll?

Ada kemungkinan dana-dana untuk kebutuhan lain, tetap mengandalkan dana hasil deal-deal dengan para cukong/ taipan/ pengusaha dengan berbagai konsekuensinya. Sudah barang tentu mereka yang menyumbang atas nama perusahaan atau perorangan lewat “Partai Teman Ahok” akan diatur sesuai aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan resiko hukum. Kekurangannya atau berbagai kebutuhan lain akan dialirkan melalui mekanisme “relawan” sehingga terkesan swadana masyarakat.

Namun, dari pengakuan Ahok menunjukan bahwa rupanya prediksi penulis tentang keuangan “Partai Teman Ahok” tepat, bahwa dana melimpah ke Partai  Teman Ahok, pasti ada para cukong yang membakinginya. Siapakah para cukang itu? Melalui pengakuan Ahok bisa dikatakan salah satunya adalah ABC Group. Siapa lagi? Kita bisa teman ahok 4lihat nantinya. Tetapi kelihatannya memang akal-akalan Ahok memasang “Relawan Perkumpulan Teman Ahok” yang terdiri dari para ABG Culun unuk menarik simpati dan memperdaya pemilih pemula.

Tidak ada makan siang gratis, Ahok rupanya lebih memilih deal-deal dengan para cukong/ taipan dari pada dengan idealisme partai politik. Memang deal-deal Ahok menjadi tidak terkontrol oleh partai dan kadernya (rakyat). Benar apa yang dikatakan oleh Bu Risma. langkah memilih jalur independen (tepatnya jalur non partai) menunjukan ambisi berkuasa.

Oleh karena itu, pada ahirnya rakyat harus memilih, apakah memiih yang memiliki idealisme partai (idealisme partai tidak boleh melanggar UUD 1945 dan Pancasila) atau memilih calon yang deal-dealnya dengan para cukong/ taipan. yang sudah barang tentu idiologinya adalah meraih keuntungan sebesar-besarnya (yang nanti dilegalkan), dimana bagi mereka tidak ada makan siang gratis.

Rakyat yang cerdas tidak akan salah pilih, tetapi bagi mereka yang tidak kritis, maka tidak memahami “udang di balik peyek itu”. Penulis semakin yakin dengan analisa penulis, bahwa para cukong/ taipan memilih deal dengan Ahok karena tekad Ahok menciptakan Jakarta sebagai Singapura sudah tentu dengan segala konsekuensinya yang sangat menarik bagi pemilik modal. Ada apa dengan semua itu ? Wallahu a’lam bishowab!




2 COMMENTS

  1. Sampai detik ini Ahok masih terlihat bikin kegiatan yang berguna bagi penduduk Jakarta, dan belum ada orang lain yang bikin begitu selama ada gubernur Jakarta. dan Ahok tidak korupsi. Itulah kelebihan Ahok selama ini dan sampai sekarang.

    Tetapi kalau Ahok berambisi lain selain yang sudah dia bikin selama ini, masukkan modal dan perusahaan-peruasahaan asing sehingga mendominasi di Jakarta, ini arah Ahok sudah lain lagi. Terlihat juga misalnya dia mau jual Ancol ke Hongkong.

    Gejala-gejala ini tidak lagi mencerminkan Ahok yang sesungguhnya kita dukung selama ini. Kalau dia meneruskan jiwa ‘asing’ ini, dukungan harus dipikirkan lagi. Dengan catatan juga bahwa belum ada orang Indonesia yang bikin seperti Ahok dalam mengurus Jakarta.

    Dan selanjutnya juga harus dipikirkan apakah calon lainnya nanti mau bikin seperti Ahok (selain ‘jiwa asingnya’).

    ‘Semua berubah, semua mengalir’ – thesis-antitesis-syntesis Karo ‘seh sura-sura tangkel sinanggel’ dan Pantarei Karo, semua menuju kebalikannya, ‘aras jadi namo, namo jadi aras’ berlaku juga disini, atau dimana saja!

    Ahok hanya ikut melalui proses ARUS DIALEKTIKA. Kita akan melihat secara konkret arah perubahan dan perkembangan Ahok – Itulah juga dialektika perkembangan, bagi Ahok dan bagi pemantaunya, artinya bagi kita-kita ini dan PEMILIHNYA.

    MUG

  2. Pak Darwono Tuan Guru Yth,
    Tulisan Bapak terlalu subjektif…mencalonkan diri dari calon perseorangan (independen/ non partai) dijamin oleh Undang-Undang, kalau bicara partai yang idealis….sekedar bertanya Partai mana saat ini yang idealis?? nggak ada ya ada pragmatis…
    teman2 yang tergabung dalam “TEMAN AHOK” tidak menerima sumbangan dalam bentuk uang (saya dengar langsung dari tim relawan TEMAN AHOk). saya hanya menyarankan untuk kedepan berikan tulisan yang lebih mencerahkan.

    Bujur, Mejuah juah

    F. A. Pinem

Leave a Reply