Kolom M.U. Ginting: Pencerahan dan Harapan

0
144




M.U. GINTING 3Dalam menanggapi teroris Thamrin, seorang redaktur khusus Republika bilang:

”Lagi-lagi, dengan tanpa merendahkan pekerjaan keempat orang ini, kita patut bertanya dalam-dalam. Mungkinkah seorang sopir angkot, pedagang kelas rendah, residivis dan mantan karyawan swasta itu benar-benar ingin mendirikan negara Islam? Jika pun ‘Ya’, apakah pemahaman mereka tentang negara Islam benar adanya?”

Demikian dikatakan oleh Ikhwanul Kiram Mashuri yang merupakan redaktur khusus harian umum Republika. Dia secara khusus menyoroti latar belakang profesi keempat pelaku teror ini.

Betul memang, tak mungkin ada kaitan orang-orang ini dengan ideologi Islam atau kesucian Islam atau radikalisme Islam. Wapres JK juga sudah menyatakan dengan tegas tak ada kaitan terorisme dengan Islam. Terorisme hanyalah ‘fear mongering’ buatan atau ciptaan ’terror-based industry atau war-based economy’.

Karena itu, juga presiden Jokowi bilang tak perlu takut sama teroris, walaupun tugas pokoknya adalah menakut-nakut supaya semua orang menyerah menjalankan angkotkehendak perekayasa teroris. Teroris Thamrin ditumpat oleh petugas dalam waktu menit-menitan saja.

Di Eropah orang-orang teroris ini juga direkrut dari lapisan penduduk miskin kota, pemuda pengangguran putus sekolah dan gelandangan. Terutama dan yang utama, mereka adalah orang-orang kriminal yang memang cari kerjaan begitu, menteror dan bunuh orang menjadi hobinya. Apalagi diberi kekuatan besar, senjata, duit dan kebebasan membunuh siapa saja cukup dengan alasan ’tidak Islam alias kafir’.

Padahal, tak ada kaitannya dengan Islam, sudah sangat jelas bagi rakyat Indonesia. Bisa saja satu waktu bom dibikin tingkat WTC, tetapi itupun tetap bukan Islam (JK) dan tetap seperti yang dibilang Jokowi tak perlu ditakuti. Rakyat Indonesia sudah sangat cerdas, dan tercerdas di dunia dalam soal terorisme, berkat presiden/ wkil presiden yang mengerti persoalannya. Mereka memberi pencerahan dan harapan bagi bangsanya.




Leave a Reply