Digusur Lagi, Pedagang Sayur Pindah ke Jl. Sujono, Medan

0
163
pasar induk 3
Jl. Seram yang kosong dari kegiatan jual beli pagi tadi (Pkl. 06.00 WIB)

HelmiIKA HELMINA BANGUN. MEDAN. Sejak Pkl. 19.00 Wib kemarin sore [Rabu 16/3], satuan Satpol PP Pemko Medan, Polri, TNI, dan PM di sekitar Tugu Jl. Sutomo, Medan. Oleh karena itu, sebagian pedagang yang biasanya berjualan di sepanjang Jl. Sutomo dan Jl. Seram mencoba membuka lapak di Jl. Perjuangan dan Jl. Aksara.

Ternyata, Kepala Lingkungan setempat tidak mengijinkan adanya kegiatan jual beli sayur mayur di sepanjang Jl. Perjuangan. akhirnya pedagang membuka lapaknya di Jl. Aksara/ Jl. Sujono. Tempat ini memang agak berbahaya karena kenderaan berlalu lalang dengan kecepatan tinggi di sepanjang jalan ini.

Demikianlah situasi tengah malam hingga pagi sini tadi Pusat Pasar Lama atau Pasar Induk Medan yang lama tapi masih tetap dipenuhi oleh para pedagang dan pembeli, paling tidak hingga kemarin senja.

pasar induk 2
Pedagang yang kebanyakan ibu-ibu Suku Karo akhirnya berjualan di Jl. Aksara, Medan.

Telah berkali-kali diadakan tindakan penggusuran oleh Pemko Medan. akan tetapi, selain Pemko Medan tampaknya memang tidak sangat serius mengurus persoalan ini, para pedagang juga tetap bertahan. Setelah diadakan aksi penggusuran, mereka kembali lagi berjualan di sana dan itu berlangsung lama sebelum terjadi lagi tindakan penggusuran berikutnya.

Resminya, Pasar Induk Medan telah dipindahkan ke daerah pemukiman Karo di Medan, yaitu Lau Cih, bekas ibu negeri Urung 12 Kuta yang merupakan tanah ulayat merga Karo-karo Purba. Di sini, kenderaan pengangkut sayur yang kebanyakan memang datang dari Dataran Tinggi Karo tidak perlu melintasi bagian dalam Kota Medan untuk menghantarkan sayur mayur hasil panen petani ke pusat kota. Namun, pertimbangan yang baik untuk satu aspek tertentu, belum tentu baik untuk aspek yang lain.

“Harga lapak di lokasi Pasar Induk Medan yang sekarang terlalu mahal bagi kami pedagang kecil-kecilan ini,” kata seorang beru Perangin-angin yang setiap paginya berdagang eceran tomat dan cabai di Jl. Seram, Medan.

Selain itu, sebagian besar pembeli sepertinya agak malas untuk berbelanja ke Lau Cih karena terlalu jaduh dari bagian-bagian Kota Medan lainnya.

pasar induk 5“Lau Cih terletak di sebelah Selatan kota. Bagaimana para pembeli yang tinggal atau rumah makannya beradadi di Utara, Timur dan Barat kota? Jadi berat di ongkos, bukan,” kata beru Perangin-angin ini lagi.

Dia menjelaskan begitu karena kekhawatiran sebagian pedagang mereka kehilangan pembeli bila pindah ke Lau Cih (Lau Cih adalah nama sungai yang mengalir di sana di dalam bahasa Karo yang arti harafiahnya Sungai Siput).

Kepemimpinan Pemerintahan Kota Medan hendaknya berlaku adil dan bijaksana memecahkan persoalan seperti ini. Perlu mempertimbangkannya dari berbagai aspek. Bukan berarti harus membatalkan perpindahan pasar induk itu, tapi juga jangan menyusahkan sebagian pedagang yang tak sanggup membeli/ menyewa tempat di lokasi yang baru.









Leave a Reply