Cerita Rakyat: BATU LENGKA DI KUTA BATU (Karo Hilir)

0
168

SADA ARIH 5SADA ARIH SINULINGGA. KUTALIMBARU. Di sebuah kampung, terdapat sebongkah batu yang dikeramatkan penduduk sejak dahulu, namanya Batu Lengka. Menurut cerita dari Bapa Njoto Ginting Munte (80 tahun), yang bermukim di Dusun Kuta Batu, Desa Namomirik (Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang) kepada Sora Sirulo, disebut Batu Lengka karena batu sebesar rumah ini dahulu bergulir dari pebukitan atas tebing sungai Lau Belawan.

Menurut versi lain dari cerita ini, ada orang yang sekujur tubuhnya luka borok sedang berendam di lubuk sungai ini yang kemudian ditindih oleh Batu Lengka yang bergulir dari puncak tebing.

kuta batu
Batu Lengka yang membagi dua aliran sungai Lau Belawan (Sungai Tuntungan)

Diakui oleh Bapa Njoto, tidak ada yang tahu kapan kejadiannya. Hanya berdasarkan cerita masyarakat setempat secara turun temurun bahwa batu ini merupakan batu yang terbesar di sepanjang alur sungai. Posisi batu persis membelah sungai menjadi dua aliran. Konon ceritanya batu tersebut menindih seseorang bermarga Sinulingga yang sedang memancing di tepian sungai Lau Belawan ini. Karena itu, disebut Batu Lengka (Langka).

Mungkin karena batu ini terbesar dan bisa berjalan sendiri sehingga disebut namanya Batu Lengka. Menurut Bp. Njoto Ginting Munte selaku anak beru Kuta Batu yang cikal bakalnya adalah merga Sinulingga ini, sampai sekarang masih ada tanah seperti bekas Batu Lengka ini bergulir dari atas bukit.

Batu Lengka ini sejak dahulu dikeramatkan oleh penduduk sekitarnya. Sering dilakukan ritual tradisional Suku Karo sebelum masuknya agama seperti sekarang ini.

“Ada yang menjadikannya jinujung oleh kami merga Ginting Munte selaku anak beru kampung ini,” kata Bapa Njoto.

kuta batu 2
Bapa Njoto Ginting Munte (depan) dan istrinya (belakang)

“Kalau ada di sekitar kmpung penyakit aneh atau sesuatu kejadian aneh yang berbau gaib, biasanya dilakukan ritual sesajen di atas Batu Lengka ini,” kata Buncar Surbakti yang secara khusus menemani Sora Sirulo ke lokasi ini yang kebetulan ada juga ladangnya di sekitar kampung ini.

Batu Lengka adalah pajuh-pajuhen penduduk kampung setempat. Di sini tidak boleh berprilaku sembarangan. Menggunakan bahasa jorok saja bisa berakibat sakit.

“Kalau gak ketemu cara mengobatinya bisa meninggal. Makanya tempat ini masih banyak ikannya. Kalau kita punya banyak waktu lain kali kita bisa mengambil ikan-ikan ini,” kata Buncar Surbakti menambahkan.

kuta batu 4
Sebuah rumah di perkampungan Kuta Batu (Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaen Deliserdang) yang merupakan bagian dari Karo Hilir.

Ada cerita lain di kampung ini yang menarik. Di zaman Penjajahan Belanda, ada serdadu Belanda buang hajat dan menggunakan daun-daunan sebagai pembersihnya. Orang Belanda itu mati terbunuh karena daun-daunan itu yang telah diberi bisa (racun mematikan racikan orang Karo). Setiap serdadu Belanda yang melewati jalan ini banyak yang mati karena kena racun yang sudah dilumuri ke daun-daun yang diramalkan dipergunakan sebagai pembersih lubang dubur setelah buang hjat.






Leave a Reply