Ditampari Perempuan, Tarigan Nangis di Kantor Polisi

1
166

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Meski yang menganiaya dirinya adalah seorang perempuan, Abdul Rahman Tarigan (55) warga Tanjung Anom (Kecamatan Pancur Batu) cuma bisa berdiam diri dan pasrah. Itu akibat Tarigan sudah lama menderita penyakit stroke sehingga ia tidak bisa mengelak dan memberi perlawanan walau lawannya seorang perempuan.

Alhasil, Abdul Rahman Tarigan hanya bisa menangis tersedu-sedu mendatangi polsek Delitua untuk melaporkan A (40) warga Pamah Delitua, seorang ibu rumah tangga yang telah menganiaya dirinya [Senin 21/3: sekira 11.00 wib].

Tarigan
A Rahman Tarigan saat di Polsek Delitua.

Data diperoleh Sora Sirulo, penganiayaan yang dialami Tarigan berawal ketika korban beranjak dari rumahnya di Tanjung Anom hendak menuju Jl. Pamah, Delitua, untuk melihat kolam pancing milik anaknya Syahrial Tarigan. Namun, sesampainya dia di kolam pancing tersebut, kakek yang sudah dipenuhi uban di kepalanya ini tidak bertemu dengan anaknya. Agar berjumpa dengan anaknya, korban memilih berhenti di sebuah warung yang tidak jauh dari kolam pancing sambil memesan mie balap.

Mirisnya, belum juga selesai menyantap mie balap di depannya, tiba-tiba korban didatangi oleh A. Tanpa basa basi, perempuan separuh baya itu langsung menampar dan menonjok wajah korban hingga semangkuk mie yang ada di tangannya tertumpah. Korban yang dalam keadaan sakit stroke hanya bisa pasrah dipukuli. Usai menganiaya korban, pelaku lantas pergi begitu saja.




Tak terima dirinya dipukuli, hari itu juga, Tarigan mendatangi Polsek Delitua guna membuat laporan atas penganiayaan yang dialaminya.

“Tolong aku, pak, pipi dan mulutku ditumbuk sama perempuana di Jl. Pamah. Aku tadi pas sarapan mie, datang dia tiba-tiba langsung dihajarnya aku,” kata Pak Tarigan dalam keadaan menangis kepada petugas SPK Polsek Delitua.




1 COMMENT

Leave a Reply