Tanya Warisan Orangtua, beru Perangin-angin Dibalbal Anak Bapa Tua

0
174

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Malang benar nasib Ester Perangin-angin (40) warga Desa Kandibata (Kabupaten Karo). Gegara menanyakan harta warisan almarhum bapaknya, perempuan berperawakan kurus ini malah dipukuli dan ditunjangi oleh OM (45) abang sepupunya.


Data diperoleh Sora Sirulo, penganiayaan yang dialami korban terjadi [Sabtu 19/3: sekira 21.00 wib] ketika Ester mendatangi rumah pelaku hendak mempertanyakan harta warisan almarhum ayahnya. Soalnya, sebelum menikah dan tinggal menetap di Desa Kandibata, Kabupaten Karo, Ester mengetahui ayahnya meninggalkan sebidang tanah. Di atasnya berdiri rumah yang dulunya dijadikan tempat tinggal oleh orangtuanya.

“Pelakunya anak saudara bapakku paling tua (anak bapa tua). Kalau sepengetahuanku, rumah yang ditempatinya sekarang, dulunya adalah rumah almarhum bapakku. Saat itu aku mempertanyakan mengapa rumah itu berpindah ke tanganya,” kata Ester.

warisan
Ester Beru Prangin-angin saat membuat laporan ke Polsek Biru-biru.

Namun, pada saat itu pelaku langsung marah karena pelaku diduga tidak senang harta warisan keluarganya diungkit-ungkit. Ester kemudian diseret keluar rumah. Sesampainya di luar, korban lalu dipukuli dan ditunjang sampai babak belur. Puas memukuli korban, OM kemudian membiarkan adik sepupunya tersebut tergeletak di tanah dalam kondisi terkulai dan kemudian masuk ke dalam rumah lalu menutup pintu.

“Usai memukuli aku, dia membiarkan aku tergeletak di tanah. Dan masuk kedalam rumah lalu menutup pintu”, jelas wanita berperawakan kurus ini.

Tak terima dirinya dipukuli meski pelakunya masih sedarah dengannya, kejadian penganiayaan itu selanjutnya dilaporkan ke Polisi. Saat ini kasusnya masih ditangani tim penyidik Unit Reskrim Polsek Biru-biru.

“Padahal, aku ingat benar kalau tanaman tebu yang berada di samping rumah yang kini ditempatinya, dulunya sewaktu aku masih gadis aku tanam. Sampai sekarang tebu itu masih ada. Kalau memang tanah itu sudah dijual oleh almarhum ayahku, mana suratnya?” sambung Ester.




Leave a Reply