Kolom M.U. Ginting: DUIT DAN KETERTUTUPAN

0
150

M.U. Ginting 2Kalau penghuni penjara Belanda semakin berkurang, adalah kejadian yang tidak biasa, perlu dipelajari. Di Norwegia penjara seperti hotel sungguhan. Karena itu, ada logisnya penghuni penjara semakin tambah, dan mau diexport ke Belanda, mengisi kekosongan penjara Belanda. Di Belanda, penghuni ’hotel’ lebih menderita, jadi penghuninya lebih sedikit, logis juga. Di Indonesia dan semua negeri berkembang lainnya ’hotelnya’ jelek tetapi penghuninya tambah terus. Logikanya terbalik, gimana?

”Tingkat kejahatan di Belanda menurun drastis karena populasi mayoritas warga semakin menua. Sistem hukum Belanda tidak mengedepankan penahanan para pelanggar hukum. Orang terbukti salah di pengadilan condong diarahkan mengikuti kerja sosial, rehabilitasi, atau penjara singkat, selama kejahatannya tidak menimbulkan korban jiwa.” (merdeka.com).

Soal ’diarahkan mengikuti kerja sosial’, kalau dulu di Indonesia namanya ’rodi’ ha ha … Belanda masih teruskan sesuatu dari era kolonialnya. Dalam hal ini sepertinya ada positifnya. Soal ini berlainan pula dengan Skandinavia yang katanya akan melanggar HAM kalau orang-orang tahanan disuruh kerja.

penjara 1
Penjara di Norwegia

Salah satu sebab utama munculnya kejahatan dari dulu sampai sekarang ialah soal duit. Duit adalah alat yang paling canggih kalau mau mencapai apa saja atau melaksanakan apa saja. Duit belum bisa ditandingi oleh alat apapun yang lain. Cobalah katakan alat apa yang bisa melawan duit? Tak ada. Hanya tinggal menambah jumlahnya saja. Kalau Rp. 1 M tak jalan, dinaikkan jadi Rp. 1 T atau Rp. 2 T, dst. sampai nanti bisa jalan mulus.

Jalan mulus untuk apa? Untuk cari duit lagi atau kekuasaan (duit dan kekuasaan hakekatnya sama, adalah itu-itu juga). Istilah yang sangat cocok dipakai sekarang ialah GREED AND POWER. Contoh yang sangat lazim di Indonesia ketika Pilkada, politik uang. Sering jadi lelucon, uang sudah bayar tetapi tak dipilih juga, uang diterima tetapi tidak selalu dipilih orangnya yang kasih duit itu. Karena itu, banyak yang kapok juga dari pelaku politik uang ini, atau jadi gila, stress tak terobati. Terlihat bahwa politik duit dalam hal ini ada perubahan memang, terutama karena duit sang calon itu terbatas, tak bisa meningkatkan ke tingkat T misalnya.

Di tingkat yang lebih tinggi dan lebih luas dari Pilkada ialah cari duit dengan menghidupkan industri senjata. Penghasilan duit dari sini tak ada lawannya, tak bisa kita bayangkan. Tetapi untuk itu harus ada penggunaan senjata itu, PERANG! Atau perlombaan persiapan perang. Dari situlah muncul istilah ilmiah ’war-based economy’.




Sudah disimpulkan dengan jelas oleh presiden Eisenhower th 1961:

“An immense military establishment and a large arms industry” had emerged as a hidden force in US politics and that Americans “must not fail to comprehend its grave implications”. 

Sekarang jelas bagi dunia bahwa AS sudah kelihatan gagal dalam mengantisipasi implikasi negatif industri senjata ini. Bahkan sudah berkembang ke ’terror-based industry’.          

Dalam sejarah agama Kristen, sudah dimulai juga kejahatan duit itu oleh Judas, murid Jesus. Tetapi, apakah sekarang sudah ada perubahan kesedaran manusia soal duit ini sehingga penghuni penjara Belanda itu berkurang? Kalau dikatakan perubahan kesedaran manusia dunia sudah sampai ke tingkat itu, masih terlalu pagi saya kira.

penjara 2
Penjara di Belanda

Tetapi, terlepas dari kekosongan ’hotel’ Belanda itu, ada memang perubahan dalam soal duit sebagai ’alat paling canggih’ itu. Kenyataan selama ini sejak era Judas ialah bahwa duit sebagai alat canggih hanya berlaku dalam era ketertutupan. Artinya, semuanya dilaksanakan  dengan gelap di belakang pengetahuan publik. Ketertutupan inilah yang menjadi syarat utama adanya politik uang dan duit sebagai senjata canggih. Tanpa ketertutupan, alat ini jadi tidak  canggih lagi atau tak punya kekuatan lagi, malah jadi bumerang bagi pemilik senjata itu.

Siapa yang mau kena bumerang? Ha ha …. masih ada juga pasti. Karena itu, penggelapan soal ini masih dipertahankan oleh sebagian orang. Dibikin sedemikian sehingga bagi publik biasa masih susah mengenalnya.

Sungguh tidak gampang bagi orang biasa melihat apa yang tertutup dalam hubungan industri senjata ini dengan ’perang’ yang ada sekarang, perang yang harus diciptakan supaya industri perang itu bisa dapat untung luar biasa, salah satu implikasi yang sudah pernah ditunjukkan oleh presiden Eisenhower tsb di atas. Tetapi, untunglah sudah banyak akademisi yang pandai dan berani bikin analisa dan menyebarkan analisanya ke seluruh dunia dan kepada semua orang sebagai informasi dan pengetahuan penting bagi publik.




Leave a Reply