Kolom Salmen Kembaren: SAKIT

0
154

SALMEN FOTOSakit menjadi pembahasan yang tidak akan pernah ada matinya. Mulai dari medis modern, pengobatan tradisional dan politik membahas sakit penyakit. Definisi sakit sendiri belum tuntas. Dan, yang terakhir, Pejabat Rumah Sakit lah yang menjatuhkan vonis seseorang sakit atau tidak. Apakah seseorang yang merassa sehat dapat divonis sakit oleh Pejabat Rumah Sakit?

Ini akan menjadi dua pandangan tentang keputusan situasi sakit. Seseorang yang tampak sehatpun dapat menyatakan dirinya sakit. Masyarakat juga berhak menyatakan seseorang dalam kondisi sakit (sakit jiwa, perilaku menyimpang). Demikian juga secara institusi formal; dokter, rumah sakit, ikatan petugas kesehatan/ peneliti.

Kepentingan individu, masyarakat dan asosiasi petugas kesehatan sangat berpengaruh sakit 2pada definisi sakit. Ada penyakit di satu kultur yang dianggap bukan penyakit dalam kultur lainnya. Yang bukan penyakit di satu masyarakat bisa dianggap penyakit di masyarakat lain. Begitu juga dengan persoalan normal dan tidak normal secara fisik dan natural bahkan secara supranatural.

Penyakit dan pengobatan telah menjadi fokus setiap pemerintahan dunia dan tidak tanggung-tanggung beberapa negara menganggarkan besar-besaran untuk itu. Uniknya, sakit sering menjadi celah bagi politisi untuk berkilah dari kasusnya.




Juga dalam pembuatan aturan (perundang-undangan) pemerintah juga sering dalam kondisi sakit. Apakah tidak hadir penuh dalam penyusunan draft UU, kepentingan partai, tidur saat rapat, dan berbagai perilaku tidak biasa (tidak normal) dalam proses pembuatan undang-undang dapat dikategorikan sebagai penyakit?

Bisa kita bayangkan juga produk dari seseorang yang sedang sakit tentunya tidak akan maksimal. Normal, Sadar dan Sesuai kepentingan umum adalah kondisi sehat yang paling ideal (tidak sakit).

Menjadi sadar adalah penyakit yakni penyakit yang betul-betul terus berlangsung (Fyodor Dostoyevsky ‪#‎NovelisRusia‬).




Leave a Reply