Kolom M.U. Ginting: Dana Asing ke BNPT?

0
183

M.U. GINTING 3Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membantah pernyataan Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqodas, yang curiga dengan adanya aliran dana asing masuk ke BNPT. 

“Sedangkan soal kematian Siyono, BNPT tidak bertanggungjawab tentang itu. Sebab yang melakukan penangkapan adalah pihak kepolisian,” kata Pembinaan Kemampuan BNPT, Kombes Pol Fachrudin saat menggelar sharing informasi penanggulangan terorisme di Hotel East Parc, Yogyakarta [Jumat 1/4] (merdeka.com).

Terorisme adalah salah satu dari 3 serangkai komponen alat perongrong orang luar di Indonesia (terorisme, korupsi, narkoba). Terorisme adalah buatan ’terror-based industry’ atau ’war-based economy’, semua dalam rangka melapangkan jalan demi ’global hegemony’ (Chossudovsky). Karena itu juga Wapres JK sudah dengan tegas menyatakan terorisme tak ada kaitannya dengan agama Islam. 

sejataBegitu juga Presiden Jokowi dengan lantang mengatakan tak perlu takut sama terorisme. Pernyataan Jokowi malah sudah tersebar juga di kalangan rakyat Eropah untuk tidak takut pada terorisme ini setelah teror Brussel baru-baru ini.  

Tak ada lagi yang percaya di Indonesia bahwa terorisme adalah soal agama atau perjuangan untuk agama atau untuk keadilan. Tak ada lagi yang percarya soal itu. Orang-orang Indonesia pada umumnya sudah mengerti saling hubungan erat antara terorisme dengan ’perdagangan senjata’ (istilah Paus Fransiskus dalam pidatonya pada hari Jumat Agung lalu).

Paus Fransiskus adalah pemimpin dunia pertama berani mengatakan bahwa terorisme berhubungan erat dengan fabrik senjata atau perdagangan senjata, atau yang sering kita sebut dengan ’terror-based industry’. Kalau industri senjata ini bisa membiayai terorisme, mengapa tidak bisa membiayai ’anti terornya’ supaya bersikap lunak terhadap teroris. Kan masuk akal. Tujuannya kan supaya terorisnya menang. 




Tentu termasuk juga usaha-usaha ’terror-based industry’ ini supaya tak ada yang terbuka keaktifan mereka itu. Terorisme ini sangat ketat kegelapannya, kalau terbuka mereka tak mungkin melaksanakan tugasnya. Baru satu orang pemimpin dunia, yaitu Paus Fransiskus yang membuka terorisme ini berkaitan langsung dengan dagang senjata atau fabrik senjata. Orang-orang ini membiayai keluarganya dengan duit berlumuran darah kata Paus Fransiskus. Kasihan keluarga dan anak-anaknya hidup dengan duit berlumuran darah itu.

Dunia dan rakyat-rakyat dunia yang sudah jadi korban berdarah ’terorisme’ ini pastilah sangat berterimakasih kepada Paus Fransiskus, dan patutlah Paus ini dapat apresiasi tinggi dari seluruh dunia.




Leave a Reply