Motif Penikaman Eko, Tengkar di Meja Bilyard

0
201

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Tewasnya Eko Pradana (22) warga Desa Sidomuliyo (Kecamatan Biru-biru), akibat jantungnya ditusuk dengan pisau belati kuningan [Minggu 3/4: Malam], masih menyisakan duka bagi keluarga. Pihak keluarga pun meminta kepada kepolisian agar menangkap para pelaku dan memberi hukuman seberat-beratnya.


“Kami minta kepada Polisi serius menangani kasus kematian anak kami. Kepada tersangka patut diberi hukuman seberat-beratnya karena telah menghilangkan nyawa anak kami,”  kata Jarian (48) ayah Eko kepada wartawan.

Sementara informasi diperoleh, sebanyak 4 orang yang diduga terlibat dalam pelaku pembunuhan telah diamankan Polsek Delitua. Keempatnya ditangkap malam itu juga ketika sedang berada di kediaman AT di Jl. Tanah Mujur, Dusun Sememei Batu, Desa Sidomuliyo (Kecamatan Biru-biru).

Mereka masing-masing adalah:

– LS (16) warga Jl. Nogio, Kelurahan Delitua Timur (Kecamatan Delitua)

– RZ (16) warga Kelurahan Delitua Timur (Kecamatan Delitua)

– AT (16) warga Dusun Semeimei, Desa Sidomuliyo (Kecamatan Biru-biru) dan

– AS (16) warga Desa Aji Baho (Kecamatan Biru-biru).

EkoDari hasil penyelidikan kepolisian, 3 dari 4 pelaku (LS, AT dan AS) telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara seorang lagi RZ tidak terlibat dalam pembunuhan terhadap bungsu dari 2 bersaudara tersebut. Dia masih dimintai keterangan sebagai saksi. Data diperoleh, pelaku yang melakukan penikaman terhadap Eko adalah LS.

Informasi terbaru yang diterima wartawan di lapangan [Senin 4/4: Siang], awal permasalahannya ketika Izra Muliyadi yang merupakan teman Eko sebelumnya terlibat pertengkaran dengan LS bersama puluhan temannya saat bermain bola bilyard di Jl. Besar Delitua — Biru-biru, tidak jauh dari Gereja Khatolik, Delitua.

Pertengkaran sempat mereda setelah dilerai beberapa warga. Izra kemudian memilih pulang ke rumahnya di kawasan Pasar 1 Desa Sidomuliyo. Tak lama kemudian, Eko yang baru saja pulang kondangan bersama pacarnya, lantas mendatangi kediaman Izra. Saat itu, Eko mengajak Izra nonton bareng pertandingan bola antara Barcelona dengan Real Madrid di sebuah warung di Jl. Aman (Kecamatan Delitua). Setelah terjalin kata sepakat, dengan mengendarai sepeda motor Yamaha RX King milik Eko, kedua sahabat yang masih bertetangga ini, mengarahkan laju sepeda motornya ke arah Delitua.

Akan tetapi, di tengah jalan tidak jauh dari Gereja Khatolik Delitua, korban Eko dan Izra dihadang oleh LS yang disebut-sebut sebagai pelaku penikaman, bersama puluhan temannya. Eko yang tidak merasa dirinya bersalah langsung tancap begitu melihat puluhan remaja tanggung menghadangnya di pinggir jalan. Melihat hal itu, LS bersama 3 temanya, AT, AS dan 1 orang lagi yang masih DPO mengejar Eko dan Izra dari belakang.




Persis di depan pintu gerbang RSU Sembiring Delitua, sepeda motor yang dikemudikan korban Eko akhirnya berhasil dihadang. Selanjutnya, LS salah satu pelaku, langsung mengeluar belati yang terbuat dari kuningan dari pinggangnya dan langsung menghujamkannya ke arah Eko.

Awalnya, Eko masih bisa menangkis. Akan tetapi, tikaman ke dua persis mengenai dada korban hingga menembus jantung. Eko langsung terkapar bersimbah darah. Melihat kawanya diserang dengan senjata tajam, Izra tidak bisa berbuat banyak. Ia memilih berlari menyelamatkan diri ke Pos Satpam RSU Sembiring. Melihat Eko telah sekarat bersimbah darah, para pelaku langsung kabur menuju arah Biru-biru.

Selanjutnya, beberapa warga bersama petugas Satpam langsung membawa Eko ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Sembiring. Karena luka yang diderita Eko cukup parah, pihak rumah sakit meminta agar Eko dirujuk ke rumah sakit lain. Mendapat saran dari dokter, korban kemudian dibawa ke RSU Hidayah. Namun, lagi-lagi, pihak RSU Hidayah juga tidak mengatakan tidak mampu menangani pasien karena mengalami luka cukup parah. Ketika di perjalanan menuju RSU Mitra Sejati, Eko akhirnya tewas karena kehabisan darah.




Leave a Reply