Kolom Darwono Tuan Guru: DAHSYATNYA PANAMA PAPERS

0
135

Darwono 2Setelah beberapa waktu lalu kita dikagetkan dengan skandal Wikileaks, saat ini mencuat Skandal cuci uang dalam Panama Papers terkait firma hukum Mossack Fonseca yang disusun oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) menyusun skandal money loundry (cuci uang) dalam Panama papers. Dalam papers itu terdapat 2.961 nama dalam daftar officers danMaster clients, juga mencatut ribuan nama dari Indonesia. Pada jutaan lembar Panama papers, sangat detail tergambar sejumlah perjanjian bisnis yang melibatkan perusahaan offshore yang dilakukan oleh sejumlah tokoh kenamaan di dunia.

Firma hukum ini memang terbilang kecil. Namun firma tersebut disebut-sebut berpengaruh di Panama. Firma ini memiliki kantor cabang di Hong Kong, Zurich, Miami dan 35 kota lain di seluruh dunia. Beberapa nama yang tidak asing di telinga kita, terdapat pada daftar itu. Pada daftar offshore entities ada 43 dan listed addresses berjumlah 2.400 yang sebagian besar berada di Jakarta dan Bali. Sejumlah nama Indonesia yang familiar yaitu Chairul Tanjung, Djan Faridz, Rachmat Gobel, James T. Riady, Anindya Bakrie hingga Sandiaga Uno.

ICIJ mengatakan semua data dalam 11,5 juta dokumen itu tidak serta merta menjadikan mereka melanggar hukum. Diantara nama perusahaan yang ada, nama perusahaan nasional terkenal seperti Pertamina, Astra International, Lippo, Agung Podomoro, Agung Sedayu, Rabobank International dan juga J-Co Donuts & Coffee.

panama papersDaftar nama tersebut ada dalam data bocoran dari sumber tak dikenal pada surat kabar Sueddeutsche Zeitung. Sementara itu, dari semua daftar, klien Mossack Fonsecas termasuk pelaku kriminal dan anggota beragam kelompok mafia. Dokumen juga mengupas skandal korupsi kepala negara dan pemerintahan.

Dibanding skandal Wikileaks, Panama Papers ini disebut-sebut sebagai data bocoran terbesar sepanjang sejarah yang ukurannya mencapai 2,6 Terabyte. Bocoran data Mossack Fonsecas terdiri dari 4.804.618 juta email, 3.047.306 format database, 2.154.264 data PDF, 1.117.026 foto, 320.166 dokumen tulisan dan 2.242 data lainnya. Sementara, data bocoran Wikileaks hanya berukuran 1,7 Gigabyte, Offshore Leaks tahun 2013 juga hanya 260 Gigabyte.

Sebagaimana dikutip dari situs Panama Papers di surat kabar Sueddeutsche Zeitung, laporan ini bermula 1 tahun lalu.

“Seorang sumber anonim menghubungi Süddeutsche Zeitung (SZ) dan memasukan dokumen internal transkripsi dari Mossack Fonseca, sebuah firma hukum Panama yang menjual perusahaan lepas pantai anomim di seluruh dunia,” katanya.

Setelah diikuti dalam waktu berbulan-bulan, jumlah dokumen terus menerus meningkat hingga melebihi bocoran asli. SZ mengumpulkan sekitar 2,6 Tb data, menjadikannya bocoran terbesar yang pernah dikerjakan jurnalis. Menurut SZ, panama papers 1sumber tidak berharap apapun, baik kompensasi finansial atau pun lainnya, kecuali sejumlah pengamanan. Dikarenakan begitu banyaknya jumlah data, SZ memutuskan untuk menganalis data melalui kerjasama dengan ICIJ. Dalam satu tahun terakhir, sekitar 400 jurnalis dari lebih dari 100 media di 80 negara ambil bagian dalam penelitian atas dokumen. Termasuk Guardian, BBC, Le Monde, La Nacion, NDR dan WDR.

 


[one_fourth]Pengampunan Pajak di Indonesia[/one_fourth]

Sementara itu, menurut Tempo, Menteri Keuangan Indonesia Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pemerintah sudah mengantongi data mengenai ribuan perusahaan offshore dan perusahaan cangkang milik orang Indonesia di luar negeri. Dalam Undang-Undang Pengampunan Pajak yang sedang dibahas, menurut Bambang, merupakan upaya pemerintah menarik pulang semua dana yang jumlahnya bisa mencapai ribuan triliun rupiah.

Dengan terbongkarnya dokumen Panama Papers menyingkap tabir dugaan pengingkaran pajak terbesar dalam sejarah. Terletak di Nevada, firma ini mencoba melindungi diri dan kliennya dari dampak upaya hukum. Mossack membantu kliennya untuk mengelola perusahaan offshore.





Sandiaga Uno, pebisnis yang maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta sebagai salah seorang yang ada pada daftar itu, justru mempersilakan media mempublikasikan nama-nama perusahaan offshore miliknya jika terbukti. Sandiaga mengatakan dia memang punya rencana membuka semuanya karena saat ini dalam proses mencalonkan diri menjadi pejabat publik.

Meski begitu, tidak ada bukti bahwa ia menggunakan perusahaannya untuk tujuan tak terpuji. Selain tokoh bisnis, ada Sejumlah kepala negara (mantan dan yang masih menjabat), baik secara langsung maupun melalui orang dekatnya, ada dalam daftar itu. Mereka diantaranya : Presiden Rusia Vladimir Putin; Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson; Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Selain mereka, muncul juga nama Perdana Menteri Pakistan, Raja Arab Saudi, hingga anak-anak Presiden Azerbaijan. Anak-anak dari Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif disinyalir memiliki sebuah real estate di London, lewat sebuah perusahaan yang dibuatkan oleh Mossack Fonseca.







Leave a Reply