Pipa PDAM Tirtanadi Meledak, 2 Pelajar Nyaris Tewas

0
143

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Pipa air minum milik PDAM Tirtanadi Medan yang tertanam di bawah Jl. Delitua — Namorambe tiba-tiba meledak dan menyemburkan air dengan ketinggian sekira 10 meter [Rabu 6/4]. 2 pelajar yang kebetulan melintas nyaris tewas masuk ke dalam lubang dengan kedalaman sekira 5 meter dan lebar 2 meter.


Data diperoleh Sora Sirulo di lapangan, peristiwa tersebut terjadi saat kedua pelajar sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R BK 6467 GP warna hitam datang dari arah Namorambe menuju Delitua [Rabu 6/4: sekira 16.00 wib]. Namun, di tengah jalan, tepatnya di Kelurahan Delitua Barat, sepeda motor yang mereka kendarai berselisih dengan sepeda motor yang datang dari arah berlawanan. Keduanya harus menepi melindas percikan air kecil bocoran pipa PAM Tirtanadi yang sebelumnya telah merembes dari bawah jalan.

pdam 3
Warga saat mencari sepeda motor milik kedua pelajar di dalam terowongan.

Akan tetapi, badan jalan di bawah mereka tiba-tiba ambruk membentuk lubang besar dengan kedalaman 5 meter dan lebar 2 meter, disusul semburan air besar dengan ketinggian 10 meter. Akibatnya, kedua pelajar tersebut langsung terperosok ke dalam lubang bersama sepeda motornya.

Kedua pelajar naas itu adalah Andrian Syahputra Barus (18) warga Desa Talun Kenas (Kecamatan STM Hilir) dan temannya Jasmon Gurusinga (19) warga desa yang sama.

Tak ayal lagi, keduanya langsung tersedot oleh pipa dengan ukuran cukup besar. Dalam posisi tenggelam, kedua pelajar SMA PGRI kelas 3 Talun Kenas ini berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar teriakan kedua korbang langsung bemberi pertolongan.

“Kami tadi baru pulang merayakan selesai Ujian Nasional di pemandian alam kawasan Namorambe. Namun, saat kami berencana hendak pulang, tiba-tiba jalan yang kami lintasi ambruk. Kami pun masuk ke dalam lubang itu. Untung saja warga cepat menolong bang, kalau tidak kami sudah tewas tersedot pipa. Ditambah lagi lubangnya cukup dalam,” kata Adrian Barus dengan muka pucat pasi.




Pantauan reporter Sora Sirulo di lapangan, ratusan warga terlihat mengerumuni lokasi. Beberapa warga kemudian mengambil mesin penyedot air untuk mencari keberadaan sepeda motor milik pelajar tersebut yang diduga telah terjepit di dalam pipa dan lubang yang telah membentuk liang dan terowongan.

Akiabat kejadian, terjadi kemacetan di Jalan Delitua menuju Namorambe. Separuh badan jalan tidak bisa dilalui karena sudah berbentuk lubang. Petugas kepolisian dari Polsek Delitua yang mengetahui kejadian terlihat mendatangi lokasi. Hingga berita ini diturunkan (sekira 18.00 wib) sepeda motor Vega R belum juga ditemukan.

Menurut warga sekitar saat diwawancarai, kebocoran pipa milik perusahaan air minum Tirtanadi telah terjadi sejak Selasa kemarin.

“Sebenarnya kebocoran kecil telah terjadi sejak semalam. Tapi tadi lepas siang, aspal terlihat mulai retak-retak. Sekitar 15 menit kemudian, aspal kemudian meledak membentuk lubang seperti sumur. Air lalu meluncur ke atas berbentuk kubangan bercampur batu. Bahkan batu yang beterbangan banyak tercampak ke atas atap rumah kami,” kata Erni, salah satu saksi mata.








Leave a Reply