Warga Relokasi Siosar Bakerah Panen Kentang Perdana

1
255

B. KurniaB. KURNIA PARGAULAN P. KABANJAHE. Sebagian dari 106 KK warga Desa Bakerah di Relokasi Siosar (Kecamatan Merek) melakukan panen perdana tanaman kentang. Program pemulihan ekonomi dari sektor pertanian oleh BNPB dan Pemerintah Kabupaten Karo ini dinilai dengan kategori Berhasil walau curah hujan tidak memadai.

Hasil investigasi wartawan [Rabu 13/4], 2 warga Desa Bakerah telah memanen kentang rata-rata mendapat hasil 8 – 8,5 Ton dari lahan sewaan seluas 0,5 Ha. Keduanya adalah masing-masing Nande Sarianna beru Karo (50) dan Berdi Sembiring (35) . Sementara ini, harga komoditi kentang Rp 6.000/ Kg bila dijual ke penampung yang langsung datang ke lahan mereka.

Relokasi 1a
Kepala BPBD Kabupaten Karo Ir. Matius Sembiring bersama Kadis Pertabun Karo Murta Ginting SP meyaksikan warga melakukan panen perdana tanaman kentang di Siosar.

“Kami sangat berterimakasih terhadap Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang telah memfasilitasi kami untuk mengelola lahan sewaan hingga membuahkan hasil yang dapat memperbaiki kondisi ekonomi kami yang saat ini sangat lemah. Dari hasil tanaman ini, kami mendapat uang Rp 48.000.000 – Rp 50.000.000. Baru inilah kami memegang uang bernilai puluhan juta,” ujar kedua warga.

Senada dengan Safari S. Pelawi (35) warga Desa Bakerah yang belum panen, beliau mengaku optimis hasil lahan cocok tanamnya yang bakal dipanen mendekati hasil kedua warga yang sudah memanen kentangnya. Dia berharap agar saudara sependeritaan yang memulai hidup baru di Siosar tetap bersabar menunggu giliran program yang dicanangkan pemerintah.

Plt. Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo Munarta Ginting SP menduga hasil panen yang dikategori memuaskan sehubungan dengan pasca awal penanaman komoditi bibit hingga tibanya masa panen curah hujan sedikit sekali. Hal ini dikatakannya saat meninjau langsung panen perdana tanaman kentang warga pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di lahan relokasi Siosar.

Relokasi 3
Hasil panen kentang langsung ditampung di tempat oleh pedagang.

Munarta juga menjelaskan bahwa bibit komoditi kentang pilihan jenis G-4 beserta pupuk dan obat-obatan bersumber dari APBD Karo TA 2015. Walaupun fasilitas pertanian bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan APBD Karo, semuanya tidak dikembalikan lagi ke Pemerintah malahan fasilitas berupa traktor akan diberikan kepada petani berbentuk pinjam pakai.

“Atas keberhasilan ini, kita juga mengucapkan terimakasih terhadap seluruh tim, baik yang dari pihak BNPB khususnya PPK Percepatan Sarman Tarigan ST, rekan LSM maupun wartawan yang turut menyumbangkan waktu, tenaga dan pikiran. Kita tetap berupaya meningkatkan penerapan sistem guna mewujudkan hasil program bidang pertanian bagi warga relokasi Siosar,” tutur orang muda yang gesit dan bertanggungjawab ini sebagai ahli pertanian.




Panen perdana ini juga disaksikan langsung oleh perwakilan BNPB Dicky didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Ir. Matius Sembiring. Mereka terlibat secara langsung menyaksikan penjualan hasil panen kentang tersebut. Mereka juga berusaha memberi semangat kepada warga agar lebih giat lagi mengerjakan lahan yang telah disediakan guna peningkatan hasil panen.




1 COMMENT

  1. Kita semua ikut gembira nih.
    Relokasi berhasil dan malah panen bagus pula.
    Mbuah page isuan, merih manuk ibere!, man kerina pengungsi Sinabung. Cukuplah sudah penderitaan itu.

    MUG

Leave a Reply