PT BPR NBP 15 BERASTAGI Mencegah Pencucian Uang

0
223

berastagi 29

rikwan sinulinggaRIKWAN SINULINGGA. BERASTAGI. Komitmen Pemerintah RI dalam memberantas korupsi dan terorisme di Indonesia di segala bidang tidak mengecualikan bidang industri jasa keuangan. Ini belaku di seluruh Indonesia termasuk BPR/ BPRS dimana komitmen ini dituangkan dalam PBI No. 12/ 20/ PBI/ 2010 dengan mewajibkan setiap BPR/BPRS menerapkan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU & PPT).

Komitmen itu dimaksudkan untuk  mencegah tindakan pencucian uang oleh para koruptor ataupun pendanaan untuk kegiatan terorisme yang acap kali tanpa disadari menggunakan jasa perbankan dalam melakukan aksinya. Oleh karena itu, seluruh karyawan perbankan juga wajib mengetahui dan mendeteksi para pelaku pencucian uang dan pendanaan Terorisme tersebut.

PT BPR NBP 15 BERASTAGI mewujudkan peran serta dalam pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme ini dengan mengadakan pelatihan APU dan PPT bagi seluruh karyawan mulai dari staff hingga direksi. Tuuannya adalah untuk meng up-date pengetahuan tentang APU dan PPT.

berastagi 28Kegiatan ini dilaksanakan hari ini di Sibayak International Hotel (Berastagi, Dataran Tinggi Karo) [Sabtu 16/4]. Bertindak sebagai fasilitator adalah Saikum Siregar SE. MM CRBD selaku Direktur PT NBP GROUP Jakarta. Dalam pelatihan ini, Saikum Siregar menjelaskan bahwa para pelaku pencucian uang dan pelaku pendanaan terorisme semakin hari semakin lihai dalam melakukan aksinya. Mereka bisa menggunakan jasa perbankan, tpi tidak selamanya menggunakan jasa perbankan.

Karyawan PT BPR NBP 15 BERASTAGI wajib mengetahui bagaimana mendeteksi pelaku-pelaku tersebut dalam melakukan aksinya. Industri jasa perbankan memiliki andil cukup besar dalam pencegahan pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme. Metode yang biasa dilakukan oleh pelaku antara lain ‘Buy and Sell coversion’. Pelaku membeli barang dengan uang ilegal dan menjual barang tersebut kembali dan uang penjualan di simpan dalam rekening bank (asal usul uang dari penjualan suatu barang, meskipun sebelumnya uang tersebut adalah uang hasil korupsi).

Bisa juga dilakukan dengan ‘Off-Shore Conversion’, yaitu pengalihan dana ilegal ke wilayah yang merupakan ‘tax haven money laundering centers’. Lalu, disimpan kembali ke bank di wilayah tersebut untuk digunakan membeli aset atau investasi (mirip kasus Panama Papers).

Cara lain adalah Legitimate Business Conversions, yaitu menggunakan bisnis atau kegiatan usaha yang sah sebagai sarana untuk memanfaatkan hasil kejahatan dengan mengconversikan melalui transfer, cek atau instrumen pembayaran lainnya yang kemudian disimpan di rekening bank atau transfer kembali ke bank lainnya.

“Di sinilah perlunya pengetahuan seluruh karyawan untuk melakukan identifikasi, verifikasi dan pemantauan-costumer due dilligence (CDD),” jelas Saikum Siregar.

Bismar Manik SE selaku Direktur Utama PT BPR NBP 15 BERASTAGI juga sangat respon terhadap pelatihan ini.




“Pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, tapi menjadi tanggungjawab kita semua, terutama PT BPR NBP 15 BERASTAGI. Kami selalu berkomitmen untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan tersebut. Oleh karena itu, selaku manajemen PT BPR NBP 15, hendaknya seluruh karyawan wajib mengetahui bagaimana mengidentifikasi, memverifikasi dan memantau pelaku pencucian uang dan pendanaan terorisme. Paling tidak transaksi ilegal tersebut bisa dicegah melalui aktivitas PT BPR NBP 15 BERASTAGI,” terang Bismar Manik.

Selain materi APU dan PPT, Saikum Siregar juga memberikan motivasi kepada seluruh karyawan dan managemen PT BPR NBP 15 BERASTAGI dengan tema “Let’s Change and Make it exellent Together”. Ini merupakan motivasi yang luar biasa dengan semangat perubahan (change) dan kebersamaan (team work) untuk mencapai tujuan bersama.

Seluruh perserta tetap antusias mengikuti pelatihan APU & PPTdan motivasi dari pagi sampai sore hari. Maju terus PT. BPR NBP 15 BERASTAGI dalam membangun ekonomi masyarakat Taneh Karo.








Leave a Reply