Jamburta Merga Silima dan Karo Bukan Batak

2
160

Oleh: Simson Ginting Sinisuka

 

Simson Ginting Sinisuka 2Pandangan pribadi saya, sebelum saya masuk ke grup facebook Jamburta Merga Silima (JMS), hatiku mengatakan jika orang Karo atau Suku Karo tidak sama dengan Batak. Hanya saja, saya tidak tahu untuk mengutarakannya, tidak tahu bagaimana membantah argumen orang lain.

Tapi , setelah saya masuk ke grup JMS , saya banyak mendapatkan ilmu dan pelajaran tentang budaya Karo. Saya jadi ingat sewaktu dulu saya masih SMA Kelas 1 di Delitua. Ada guru Sosologi saya bermarga Samosir. Dia bertanya kepada teman sekelas saya yang beru Ginting.

kbb
Ilustrasi: DARUL KAMAL LINGGA GAYO (Tigabinanga)

“Kamu beru apa?” kata Pak Samosir.
“Ginting, ” kata teman saya.

“Jadi, kamu juga Batak?” kata Pak Samosir lagi.
” Tidak, aku beru Ginting. Jadi, aku orang Karo,” kata temanku lagi.

“Bodoh kali kau. Kau lihat GBKP itu, hapus dulu kata Bataknya baru Karo itu bukan Batak,” katanya Pak Samosir dengan nada meninggi.

Ingin sekali rasanya kubela temanku ini karena saya rasa satu pandangan dengan dia. Tapi saya belum tahu cara membantahnya. Maka dari itu, banyak sekali saya rasakan manfaat positif masuk ke grup JMS ini.

Mejuah-juah.







2 COMMENTS

  1. Memang payo informasi melalui medsos banci alu meter i akses secara khusus si lit hubungenna ras adat & budaya karo, tentuna enda erguna kel man banta bage pe man anak-anakta ( generasi penerusta), kami secara rutin tiap wari ngoge tabloid on line SORA SIRULO, metedeh ate kami megi informasi siterkait ras kuta kemulihen.
    Secara pribadi pe kami megati nge anak2 i tengah jabu nungkun seri kin karo ras batak? nina, sebab teman2 na i sekolah khususna suku batak (toba) ngatakenca kita seri /bali (sama), kami selaku orang tua mereken arahen maka karo ras batak e me dua suku si pelain lain (berbeda), adat, budaya, musik, tarian, makanan khas kerina berbeda hanya asalna radu i Sumatera Utara nari. Enda sitik pengalamen kami i taneh perlajangen nari ( Pulau Batam, Kepulauan Riau).

    Salam Mejuah juah

    Fajar Adil Pinem

  2. Ini dia buktinya bahwa media sosial bisa jadi sumber pengetahuan bagi semua. Apalagi kalau semakin banyak lagi yang ikut aktif. Keterbukaan dan partisipasi publik betul-betul bikin perubahan, bikin kemajuan.
    MUG

Leave a Reply