Suban – Simpang Rambutan Belum Sepenuhnya Merdeka dari Kegelapan

0
143

listrikCIPTA G. SEMBIRING. SIMPANG RAMBUTAN (JAMBI). Jika hari ini listrik tidak padam (hidup), maka keajaiban mungkin telah terjadi. Demikianlah mungkin yang dirasakan oleh sebagian besar warga di Kecamatan Batang Asam, khususnya lagi di Desa Suban – Simpang Rambutan (Jambi).

Pasalnya, bukan hanya berbulan, namun bahkan bisa dikatakan bertahun daerah ini selalu menjadi langganan pemadaman listrik. Baik saat cuaca sedang baik, apalagi dalam cuaca buruk. Bahkan hari besar seperti Natal, Tahun Baru, dan Paskah kemarin pun tidak luput dari pemadaman listrik.

Lebih lanjut pengamatan Sora Sirulo, terihitung setidaknya dalam 4 bulan belakangan ini, bisa 5 bahkan sampai 10 kali listrik mati – hidup dalam sehari.

“Kalau mati, ya sekalian matikan saja. Ini, sebentar-sebentar mati, sebentar-sebentar hidup, apa nggak rusak alat-alat listrik di rumah?” ujar seorang warga (45) yang tidak mau disebutkan namanya.




Lanjut beliau, mati – hidup listrik yang berulang-ulang dalam sehari juga membuat biaya listrik terus meningkat.

 “Padahal, katanya listrik pintar. Makin mahal,” sambungnya.

Beru Sembiring (32) yang seorang pengelola toko selular di Simpang Rambutan juga mengeluhkan seringnya pemadaman listrik yang mengakibatkan biaya operasional tokonya meningkat karena harus membeli BBM untuk menghidupkan genset.

Lain halnya lagi yang dikeluhkan beru Ginting (62), beliau mengaku sangat terganggu dengan suara mesin-mesin genset yang bising.

Tidak sedikit keluhan warga perihal listrik yang terus menerus padam. Kiranya pihak PLN dan pihak-pihak terkait lainnya dalam hal ini harus tanggap dan tidak harus menunggu banyaknya laporan dalam bentuk keluhan ke kantor-kantor PLN karena tentunya pemadaman ini sangat disadari (bukan bencana alam yang datang tiba-tiba). Silahkan duduk bersama, kami sangat menanti kebijakan anda-anda sekalian.




Leave a Reply