5 Runggun GBKP Klasis Medan Delitua Rayakan Kenaikan Isa Almasih

0
110

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. PINTU MBESI. Sekira 700an jemaat GBKP yang tergabung dalam 5 runggun (Pintu Besi, Periaria, Penen, Lau Rakit dan PRB) merayakan Kebangkitan Isa Almasih di gedung GBKP Runggun Pintu Besi (Kecamatan STM Hilir, Deliserdang) [Kamis 5/5].

Pantauan wartawan, meski perayaan dilakukan sederhana, namun berlangsung khitmad dan semarak. Pasalnya, setiap runggun maupun Bajem (Bakal Jemaat), terlihat menyertakan perwakilan jemaat dalam setiap perlombaan seperti lomba musik kreatif, Cerdas Tangkas Alkitab (CTA), lomba ertudung bagi anggota jemaat Lansia, serta lomba mewarnai bagi anak dan remaja (KA/KR).

gbkp 2Pdt. Palenkahu STh dalam kotbahnya yang diambil dari Kitab Efesus 1:15-23 dengan thema “ibereken Dibata tetap gegeh man banta guna erberita ras ersaksi“, mengajak jemaat merenungkan bagaimana Rasul Paulus yang sebelumnya sangat anti dengan Kristus malah berubah drastis menjadi pengikut Kristus. Bahkan, Rasul Poulus dalam kehidupanya terus ikut bersaksi guna mengabarkan injil, seperti galnya kepada orang Efesus.

“Paulus tetap berdoa kepada orang Efesus dan menekankan betapa besar kuasa Tuhan kepada masyarakat Efesus,” tuturnya.

Lanjut dikatakan, pada dasarnya, manusia lebih percaya setelah melihat secara lahiriah, bukan secara rohani. Sama seperti salah satu murid Yesus bernama Thomas, dia tidak percaya Yesus telah bangkit ke sorga sebelum ia memasukan jari tanganya ke telapak tangan Yesus bekas paku serta perut dan dadanya yang terkena tombak.

“Yang lebih disesalkan, banyak orang Kristen saat ini, kepercayaan kepada Yesus hanya sekedar ikut-kutan saja tanpa ada pengharapan,” terangnya.




Dalam perayaan Kenaikan Isa Almasih, kita pun dituntut mengabarkan injil untuk keselamatan semua manusia. Karena, setiap orang Kristen harus meyakini Tuhan Yesus lahir di kandang domba, mati, lalu disalibkan, dan naik ke sorga. Dengan demikian, nilai orang Kristen tetap tinggi meski sekalipun kita mengalami berbagai percobaan, mendapat caci maki, dihina, dan dihujat seperti yang dialami Yesus Kristus, bebernya.

Sementara, ketua panitia pelaksana Sampit Barus mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaat yang telah hadir mengikuti perayaan kebangkita Tuhan Yesus.

“Kami panitia minta maaf karena kemungkinan banyak kekurangan. Namun, kami berharap tidak mengurangi persatuan dengan 5 runggun yang selama ini telah terjalin,” kata Sampit Barus yang juga sebagai Kepala Desa Lau Rakit, Kecamatan STM Hilir ini.




Leave a Reply