Kolom Herlina Surbakti: Emosi Mempengaruhi Siswa/ Mahasiswa dalam Proses Belajar

0
179

QUOTE:

“The Highly Effective Teaching model is a brain-compatible model grounded in the biology of learning, effective instructional strategies, and the development of herlina 3conceptual curriculum. Formerly known as ITI (Integrated Thematic Instruction) and developed thirty years ago, the HET Model has been successfully replicated nationally in educational institutions serving rural, urban, and suburban communities. It includes proven strategies and methods for student learning, teaching and administrative management. Independent research has provided evidence of significant gains in student achievement using the Highly Effective Teaching Model.”

Susan Kovalik

Sebagai tenaga pengajar pada sekolah international, guru-guru sudah dipersiapkan dengan metode-metode pembelajaran sesuai dengan research yang dilakukan oleh pakar-pakar pendidikan. Khusus untuk Brain base learning seorang pakar asal Amerika bernama Susan Kovalik didatangkan ke Jakarta atau guru-guru yang dikirim ke Amerika.

brainMenurut Susan Kovalik, emosi sangat mempengaruhi  siswa atau mahasiswa kita dalam belajar. Apakah kita sebagai guru yang telah dengan sadar memproduksi anak didik pemecah masalah yang bisa bekerjasama dengan orang lain, dapat mengolah informasi yang ada, dapat menentukan goal atau tujuan, membuat perencanaan yang beroriantasi pada pertumbuhan dan berkembang  pada perubahan dan tantangan serta terbuka terhadap ide-ide baru?

Atau, apakah kita sebagai guru-guru yang hanya mampu menciptakan reptil-reptil atau anak didik yang tahunya hanya menjalankan rutinitas, melakukan ritual dengan menghafal dan yang territorial, kompetitif “Ini  aku punya!”? Selain itu, mereka juga reaksional seperti reptil karena mereka memang memakai bagian otak yang paling primitif yang disebut juga dengan batang otak. Mereka menolak perubahan dan tertutup akan ide-ide baru.

Berdasarkan Pembelajaran  yang ramah Susan Kovalik:

Herlina

 Cortex: Berpikir Tingkat Tinggi

  1. Informasi dalam pengolahan, pemecahan masalah, imajinasi, penetapan tujuan, perencanaan, bekerja sama dengan orang lain
  2. Berorientasi pada Pertumbuhan. Berkembang pada perubahan dan tantangan
  3. Terbuka untuk ide-ide baru

Limbic System: Emosi

  1. Gerbang menuju corteks terbuka melalui emosi positif seperti rasa sayang/ cinta, semangat, perhatian yang tinggi dan kepedulian
  2. Gerbang menuju cortex tertutup sebagai akibat dari emosi negatif seperti stress, takut, marah, perlawanan dan depressi.

Brain Stem/Batang otak

  1. Rutinitas, ritual, hafalan-melakukan hal-hal dengan cara lama yang sama
  2. Pelindung teritorial, kompetitive- ini adalah milikku
  3. Reaktif tidak rasional. Bagian dari otak yang paling primitif
  4. Menolak perubahan. Tertutup akan ide-ide baru




Dari keterangan di atas kebanyakan pendidikan tradisional kita di Indonesia baik orangtua maupun guru-guru masih mengajar dengan strategi-strategi yang menimbulkan emosi negatif. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau kebanyakan pemimpin kita sekarang ini yang territorial, kompetitf, reaktif  tidak kreatif  dan menolak perubahan!

Online Reference:

https://resources4teachers.wordpress.com/het-susan-kovalik/

http://www.slideshare.net/drburwell/brainbased-learning

http://www.wakingtimes.com/2015/05/07/8-reptilian-traits-in-human-beings/







Leave a Reply