Ih, Kelas 2 SMP Diperawani di Kuburan Jepang

0
502

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Keluarga Suhartono (63) warga Mariendal (Kecamatan Patumbak) bagai disambar petir di siang bolong begitu mengetahui anak gadisnya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP, sebut saja namanya Ncole (14), sudah tidak perawan lagi. Tak terima, Suhartono pun akhirnya melaporkan AA (15) yang memperawani anaknya ke Polsek Delitua.

Informasi diperoleh di Polsek Delitua, perbuatan asusila yang dilakukan AA berawal ketika Ncole dan AA berkenalan di tempat jualan air tebu milik ibu Ncole di Gg. Cakra 5, Mareendal, November 2014 lalu. Saat itu, secara tidak sengaja, AA yang sedang haus meminum air tebu di warung milik ibu korban yang kebetulan dijaga oleh Ncole. Ketika itu AA pun meminta nomor ponsel Ncole.

Ncole 3

Sejak itu, antara AA dan Ncole sering curhat dan komunikasi. Singkatnya, pada tanggal 17 Desember 2014 malam, AA mengajak Ncole jalan-jalan. Puas berkeliling, AA kemudian membawa Ncole ke lokasi kuburan Jepang, Pasar 1, Kelurahan Delitua Timur (Kecamatan Delitua). Di lokasi kuburan  tersebut, Ncole akhirnya dipaksa melayani arus bawahnya.

Kejadian itu ternyata bukan pertama dan terakhir kali. AA yang ketagihan kembali mengajak Ncole mengulangi hubungan layaknya suami istri. Kemarin dulu [Senin 9/5: sekira 20.00 wib], AA mengajak Ncol ke kuburan Jepang lagi. Dia kembali menyetubuhi gadis berkulit putih ini. Kali ini, AA berjanji bertanggungjawab, kalau suatu hari nanti, Ncole telat bulan.

Ternyata, AA tidak menepati janjinya. Buktinya, pada esok harinya [Selasa 10/5], ketika Ncole menghubungi ponsel milik lelaki pujaan hatinya itu, AA malah marah-marah dan memaki dirinya. Jelas saja, hati Ncole langsung hancur. Sambil menangis, Ncole memilih menutup ponselnya, lalu pergi bergegas ke kamar tidur. Melihat Ncole bertindak aneh, ibu Ncole khawatir. Dia lantas menemui Ncole lalu menanyakan apa yang terjadi pada dirinya.




Awalnya, Ncole memilih bungkam karena sungkan menceritakan aib keluarga. Namun, karena terus di desak, Ncole akhirnyamenceritakan kejadian yang dialaminya.

Bagai disambar petir siang bolong, hari itu juga, keluarga Ncole langsung menemui AA di rumahnya di Kelurahan Kedai Durian (Medan Johor). Karena tidak ada kata sepakat dengan pihak keluarga, AA akhirnya diarak ke Polsek Delitua.

Kapolsek Delitua, melalui Kanit Reskrim Iptu Jonathan SH ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban seraya mengatakan telah mengamankan tersangka untuk keperluan proses penyelidikan.








Leave a Reply