Kolom M.U. Ginting: MEMBUBARKAN ORMAS DIAM-DIAM

0
160

”Sementara itu, ditanya tentang ormas yang diakuinya telah dibubarkan, Mendagri tidak mau menyebutkan nama ormas tersebut,” sebagaimana dirilis oleh merdeka.com. 

M.U. GINTING 3Mendagri Tjahjo Kumolo masih hidup di era abad lalu, abad ketertutupan. Sekarang abad keterbukaan dan abad partisipasi publik, Pak Mendagri. Semua soal sosial kemanusiaan tak perlu lagi ditutupi dan taruh semua di atas meja sehingga publik ikut bicara. Persoalan manusia adalah persoalan publik, tak bisa lagi diselesaikan oleh seorang Mendagri atau Bupati.

Mengapa kok membubarkan Ormas besar diam-diam tak diumumkan ke publik?

Ayo, Pak Mendagri, terbukalah. Jutaan publik jauh lebih pandai dari seorang pintar sekalipun. Mengapa organisasi itu anti-Pancasila, alasannya dan argumentasinya yang masuk akal di mana? Kalau Zaskia Gotik menghina Pancasila ada alasannya. Juga Sahat Gurning menghina Pancasila, punya alasan yang terus terang dikemukakannya, dia tidak sembunyi. Alasannya sangat masuk akal! Publik jadi mengerti dan mengapa bisa terjadi begitu. 




Pembaruan dunia sekarang ialah KETERBUKAAN, dan PARTISIPASI PUBLIK dalam soal apa saja yang menyangkut nasib manusia. Jangan gelisah menghadapi pembaruan ini, terima dan menyesuaikan diri adalah taktik survival yang paling baik. Kalau tidak bisa menyesuaikan bisa dilindas oleh roda keterbukaan dan partisipasi publik itu. 

Otak jutaan kepala tetap lebih kuat dan lebih pandai dari otak perorangan, seorang Mendagri atau seorang Kapolri (di sini Kapolri Badrodin lebih bijak dibandingkan dengan Mendagri yang membubarkan organisasi tapi tanpa memaparkan hubungannya dengan soal hukum negara ini).




Leave a Reply