Sirulo TV: Temu Musik Karo di Utrecht, Anak-anak Karo Berminat Main Ketteng-ketteng

0
144

LORETA KARO SEKALI. UTRECHT. Masakan cita rasa Karo di Belanda tidak ada sama sekali, tetapi bukan berarti tidak bisa ditemukan. Makanan khas Karo bisa didapatkan hanya pada saat momen-momen spesial.

Misalnya pada pertemuan orang-orang Karo, seperti yang dilakukan kemarin [Jumat 13/5] di rumah Keluarga Edward dan Rosvanda Tarigan di Utrecth. Kedatangan orangtua dan keluarga Rosvanda dari Taneh Karo tidak hanya membawa keriangan, tapi juga berbagai macam makanan dan bumbu khas Karo.

Mulai dari cimpa, gule nurung dengan kacang panjang dan terung serta ikan teri dan sup lembu khas Karo. Siang itu, belasan orang Karo berkumpul dan bergembira serta melepas rindu. Sebagian diantaranya sudah menikah dengan orang Belanda. Turut serta anak-anak mereka.

Suasana semakin meriah ketika Kinok Surbakti memainkan keyboardnya. Anak-anak Karo yang masih kecil-kecil ternyata sangat familiar dengan landek dan lagu Karo. Ada Leoni anak dari Barry dan Juni beru Sitepu serta Sarah anak dari Edward dan Rosvanda beru Tarigan.




Leoni dan Sarah bahkan meminta mengenakan uis walau dipakaikan seadanya. Sarah sangat tertarik dengan keteng-keteng dan cukup cepat belajar di bawah bimbingan Ita Apulina Tarigan, pimpinan Sanggar Seni Sirulo. Nantinya, dengan berani Sarah menanyakan apakah dia boleh memiliki keteng-keteng yang dimainkannya itu. Tanpa ragu Juara R. Ginting, pimpinan Kelompok Seni Tartar Bintang memberikannya kepada Sarah. Tentu Sarah senang sekali.

Hanya saja masalahnya, Juara lupa bahwa besok lusa Ita Apulina akan memimpin workshop ketteng-ketteng di Kota Voorschoten (Nederland). Dia terpaksa menelepon Dr. Clara Brakel untuk membawa ketteng-ketteng miliknya ke workshop itu.

Suasana semakin meriah dengan tempo musik Patam-patam. Leoni tidak bisa berhenti menari karena senangnya.

“Lagi… lagi … We want more ….” kata Leoni dengan cadel kepada perkibot.




Leave a Reply