Edukasi & Literasi Keuangan PT. BPR NBP 15 di SD Negeri Bertingkat (Raya, Berastagi)

0
177

rikwan sinulinggaRIKWAN SINULINGGA. BERASTAGI. PT. BPR NBP 15 Berastagi tetap berkomitmen memberikan Edukasi (Pendidikan) dan Literasi (Pemahaman) tentang keuangan untuk meningkatkan pengetahuan tentang Lembaga Keuangan/ Perbankan, produk-produk perbankan dan fokusnya lagi agar seluruh lapisan masyarakat lebih memahami dan mengerti bagaimana mengelola keuangan mereka. Sejak tahun 2013 PT. BPR NBP 15 Berastagi telah memberikan Edukasi dan Literasi keuangan ini kepada berbagai kelompok masyarakat di Taneh karo; mulai dari anak-anak sampai orang tua. Bhkan PT. BPR NBP 15 fokus memberikan Edukasi kepada kalangan petani di pelosok yang masih jarang di jangkau oleh lembaga keuangan lainnya.

Kemarin [Jumat 13/5], PT. BPR NBP 15 kembali melakukan Edukasi & Literasi Keuangan kepada 120an pelajar SDN Bertingkat Raya, Berastagi, mulai dari kelas 1 hingga kelas 5 dengan materi “Manfaat Menabung Sejak Usia Dini”.

Para pelajar SDN Bertingkat Raya ini dengan antusias mengikutinya dari awal sampai akhir. Bahkan saat orangtua mereka sudah menjemput (karena biasanya Pkl. 12:30 jam pelajaran sudah selesai), para pelajar tetap serius mengikuti penjelasan  tentang “Manfaat Tabungan”. Beberapa orangtua dengan sengaja datang ke sekolah menemui Tim Edukasi dan berencana akan membuka tabungan untuk anaknya.

Tim Edukasi & Literasi keuangan PT. BPR NBP 15 menjelaskan Manfaat Menabung Sejak Usia Dini” antara lain:

  1. Dengan belajar menabung anak akan belajar bagaimana mengelola keuangan secara pribadi. Uang jajan yang diterima dari orangtua sudah bisa menentukan seberapa besar yang dibelanjakan untuk jajanan dan seberapa besar ditabungkan. Setelah mendapat penjelasan manfaat menabung ini, anak-anak memutuskan, dari sejumlah uang yang diterima setiap hari, sebaiknya 50% wajib ditabungkan.
  2. Dengan menabung rutin setiap hari, anak-anak memiliki perencanaan. Akan digunakan untuk apa hasil tabungannya setelah terkumpul banyak? Setelah mendengar penjelasan dari Tim Edukasi, banyak perencanaan yang langsung muncul dalam benak anak-anak ini; diantaranya untuk membantu orangtua dalam membiayai kuliahnya kelak, membeli sepeda, membeli buku, membangun usaha. Bahkan ada yang mengatakan membeli mobil bahkan helikopter (muncul khayalan anak-anak)
  3. Literasi 2Dengan menabung, anak akan menghargai uang. Setelah beberapa saat menabung, anak akan menyadari bahwa uang yang dikumpulkan semakin banyak. Ini memberikan kesadaran bahwa uang yang sedikit bisa dikumpulkan menjadi banyak. Selain itu, anak juga segera menyadari bahwa untuk mengumpulkan uang memerlukan pengorbanan dan waktu yang cukup lama.
  4. Dengan menabung rutin setiap hari, anak lebih disiplin. Untuk dapat menabung dengan konsisten diperlukan kedisiplinan menyisihkan uang secara teratur.
  5. Membuat kebanggaan. Anak akan memiliki kebanggaan jika ia bisa mengumpulkan uang yang cukup banyak dalam waktu lama. Betapa bangganya lagi jika anak bisa membeli sesuatu yang sangat dia inginkan dengan menggunakan uang hasil tabungannya sendiri.

Direktur Utama PT. BPR NBP 15 Berastagi, Bismar Manik, menekankan pentingnya Edukasi & Literasi keuangan ini dilakukan terutama kepada anak-anak sejak usia dini.

Kita lihat sekarang ini, kebutuhan belanja (jajan) anak-anak bukan lagi hanya sebatas makanan kecil (snack) untuk cemilan. Lebih dari itu, teknologi yang “salah guna” dimana anak-anak SD mulai kelas 1 SD (umur 7 tahun) sudah mengerti dengan PS, Internet, Game Online, Hand Phone, dll. Memang belajar teknologi juga perlu namun kadang sudah hampir setiap hari, bahkan sepulang sekolah waktunya habis di tempat tersebut. Tanpa kita sadari kebutuhan uang jajan anak-anak ini meningkat. Biasanya hanya Rp 2.000 cukup, namun dengan bertambahnya pengetahuan mereka akan hal-hal baru, menjadi minimal Rp 5.000/ Hari. Tetap saja untuk jajanan hanya Rp 2.000, namun tambahan untuk PS, warnet, game, Pulsa HP, dll. Rp 3.000.

literasi

Ini perlu disadarkan jangan sampai terlambat. Sejak usia dini, anak-anak perlu diberikan pengetahuan tentang bagaimana menghargai uang dan mengelola uang. Ketika beranjak dewasa nanti, mereka sudah lebih memahami mengelola keuangan.

Selain itu, saat ini program pemerintah sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 dan Amanat Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) yaitu memperluas akses keuangan; Prioritas sasaran dan kegiatan literasi dan inklusi keuangan sejak tahun 2015 adalah Pelajar/ Siswa, Mahasiswa dan Profesi.

Literasi keuangan (Pemahaman tentang keuangan) ini harus dimulai dari tingkatan umur sedini mungkin dan saat yang tepat yaitu pada saat anak-anak memasuki usia pendidikan misalnya mulai  TK, SD, SMP, SMA, dst. Pemahaman akan keuangan ini akan benar-benar matang dan ini sangat mendukung akan tercapainya ”Inklusi Keuangan”. Seluruh masyarakat ke depannya akan bisa menggunakan akses layanan keuangan secara mudah dan memiliki budaya mengoptimalkan penggunaan jasa keuangan.

Dengan begitu, pembangunan jangka menengah nasional yang dicanangkan pemerintah akan tercapai. Untuk mendukung program tersebut, OJK juga telah mencanangkan “SimPel” (Simpanan Pelajar). PT. BPR NBP 15 di bawah pengawasan OJK tetap berupaya semaksimal mungkin untuk bisa ikut barpatisipasi dalam memberikan Edukasi dan Literasi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat terutama di Taneh Karo.

PT. BPR NBP 15 juga sudah lama mengembangkan Tabungan Pelajar. Dengan adanya Edukasi dan Literasi kepada anak-anak mulai dari TK, SD, SMP, SMA ini animo anak-anak untuk menabung sangat luar biasa.

“Hal ini menjadi komitmen kami untuk terus kami kembangkan bersama Tim Edukasi PT. BPR NBP 15 di semua wilayah pelayanan kami, baik di Kantor pusat Berastagi, Kantor Cabang Kabanjahe, Cabang Tiga Binanga, Kantor Kas Tiga Panah, Merek dan Lau Baleng,” kata Direktur Utama PT. BPR NBP 15 Berastagi, Bismar Manik.




Kepala Sekolah SD Negeri Bertingkat Raya, Bu Suryati Br Sinuhaji, berterimakasih kepada Tim Edukasi PT. BPR NBP 15 yang telah mengunjungi sekolahnya dan telah memberikan pemahaman tentang keuangan.

“Ini sangat membantu kami para guru di SDN Bertingkat ini dalam menjelaskan tentang keuangan kepada anak-anak didik. Tentunya mereka lebih paham dan lebih berterima jika mendapat ilmu dari para praktisi perbankan langsung daripada para guru di sini. Dengan cara belajar yang dibuat oleh Tim Edukasi PT. BPR NBP 15 anak-anak langsung bisa memahami,” tutur Bu Sinuhaji.

Dengan tampilan slide yang lucu, unik dan menggambarkan pribadi mereka sendiri serta dengan game-game yang diadakan membuat mereka luwes dan semangat belajar, lanjut bu guru ini.

“Harapan kami kiranya Tim Edukasi PT. BPR NBP 15 jangan hanya sekali saja mengunjungi sekolah kami, namun ada tingkatan selanjutnya sehingga anak-anak didik kami lebih paham tentang keuangan. Ke depannya mereka akan lebih mengerti bagaimana cara mengelola keuangan yang baik di masa depan mereka,” papar Bu Suryati Br Sinuhaji.








Leave a Reply