Sungai Deli Ditembok, Warga Protes

0
124

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Warga yang bermukim di Kelurahan Delitua Barat (Kecamatan Delitua) dan Desa Kuala Sememei (Kecamatan Namorambe) mulai resah karena sering terjadi banjir bandang akhir-akhir ini. Ironisnya, salah satu pengembang di Desa Kuta Tualah (Kecamatan Namorambe) nekad membendung separuh alur Sungai Deli dengan cara menembok untuk memperluas areal perumahan.

“Sungai Deli sekarang kian sempit. Akibatnya, bibir sungai mulai abrasi,” kata Nuah Bukit (53) salah satu warga.

sungai deli
Inilah tembok penahan yang dibangun pengusaha di tengah aliran Sungai Deli.

Menurut Nuah Bukit yang juga dibenarkan sejumlah warga lainnya, akibat ulah pengusaha dalam upaya memperluas lokasi areal perumahan, warga mengkhawatirkan sewaktu-waktu bisa terjadi banjir bandang yang akan merusak pemukiman dan tanaman mereka bila pembangunan penembokan sungai tetap dilanjutkan.

“Kami warga di sini sudah menyampaikan keberatan kepada pihak kepolisian. Bila tidak secepatnya diberhentikan, kami akan melakukan aksi demo. Apa pun ceritanya, tindakan pengusaha perumahan itu telah melanggar hukum karena telah merusak lingkungan hidup,” ancam warga.

Pantauan wartawan di lokasi, terlihat lokasi pembangunan perumahan diperkirakan dengan luas 10 ha sedang dalam tahap perataan lahan dengan menggunakan alat berat. Dari lokasi juga terlihat areal yang diratakan telah memanfaatkan daerah aliran sungai (DAS).




Menurut warga sekitar, meski telah melanggar aturan, Camat Namorambe Surya Bangun Harahap maupun Kapolsek AKP JH Simanjuntak SSos tidak ada melakukan tindakan. Isu berkembang, pemerintah setempat telah menerima upeti dari pengusaha yang disebut-sebut milik seorang keturunan Tionghoa.

Camat Namorambe, Surya Bangun Harahap ketika dikonfirmasi melalui selularnya terkait izin prinsip lokasi perumahan tersebut, belum berhasil. Pasalnya, sang camat tidak kunjung mengangkat ponselnya meski panggilan masuk berdering. Pesan singkat yang dikirim juga tidak dibalas.








Leave a Reply