Kolom Herlina Surbakti: TRANSFORMASI PENDIDIKAN DI INDONESIA

1
280

herlina 3Perubahan memang sangat sulit untuk melakukannya tetapi,  suka atau tidak suka, kita harus mulai. Seorang pakar pendidikan yang bernama Ian Juke  dari Kanada 10 tahun lalu, ketika saya menghadiri presentasinya di salah satu konferensi guru-guru internasional di Asia Timur (East Asia Teacher Conference) mengatakan, kita boleh memilih perubahan yang meniru ikan sardens yang gerakannya sangat cepat.

Menurut pengamatannya,  di dalam kelompok ikan sardens yang jumlahnya sangat banyak itu ada beberapa sardens yang bercommitmen untuk menentukan arah sehingga perubahannya sangat cepat. Kalau kita guru-guru berkomitmen untuk membuat perubahan di dalam ruangan-ruangan kelas, kita tidak akan ada masalah dengan MEA yang sudah di ambang pintu. Tetapi, tentu dengan dukungan pemerintah untuk mengadakan pelatihan-pelatihan yang tepat sasaran!

Perubahan yang satu lagi dianologikannya dengan perubahan arah oleh ikan Paus. Menurut pengamatan IAN JUKES akan menhabiskan 5 sampai 7  menit lamanya untuk IKAN PAUS BIRU  mengubah arah.

Quote: As we talk about the transformation that imagine provides, some may consider the blue whale, the largest and, at 190 decibels, the loudest mammal on earth—much louder than a person can shout (70 decibels) and louder than a jet engine (140 decibels). The blue whale weighs more than a fully loaded 737. It is the length of 2 1/2 Greyhound buses put end to end and has a heart the size of a Volkswagen Beetle. Its tongue alone is 8 feet long and weighs 6000 lbs. A baby blue whale is estimated to gain 15 pounds an hour in its first year of life!

Another amazing fact is that the blue whale is so mammoth that when it decides it needs to turn around, it takes five to seven minutes to complete a 180 degree turn! A lot of people may draw a strong parallel between the blue whale and our system. They feel it takes a long time to turn things around or make change happen.

sardencisIAN JUKES mengatakan ini pada tahun 1997 di Singapura. Indonesia sudah mencoba perubahan ini sejak tahun 2006 dengan kurikulum KTSP sampai sekarang perubahan itu masih belum tida di Sumatera Utara apalagi Taneh Karo Simalem. Apakah kita belum terlambat?

Tentu sudah, tapi ada pepatah Inggris yang mengatakan Better Late then Never! Untuk menghadapi pasar bebas Masyarakat Economi Asia untuk bisa tampil sukses bersaing dengan pekerja-pekerja dari negara tetangga, seorang mahasiswa harus mempunyai keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan bekerja pada abad ini. Keterampilan-keterampilan yang di maksud  ada tiga bagian yaitu:

  1. LEARNING SKILLS atau Keterampilan Belajar yang di dalamnya termasuk Critical Thinking, Creative Thinking, Collaborating, Communicating
  2. LITERACY SKILLS keterampilan Literacy, Keterampilan Informasi, Keterampilan Media, Keterampilan Technology
  3. LIIFE SKILLS Keterampilan Hidup Flexibilitas, Insiative, Keterampilan Sosial,  Produktivitas  dan Kepemimpinan.





style=”text-align: justify;”>Oleh karena itu, mahasiswa-mahasiswa kita harus dilatih untuk bisa mengejar ketertinggalan kita. Demikian pula dengan guru-guru dan dosen-dosen sebagai tenaga pengajar.  Pelatihan yang harus segera dilakukan adalah pelatihan “UNIVERSAL VALUES” COOPERATIVE dan COLLABORATIVE serta lain-lainnya. Tentu ini semua akan lebih bagus lagi kalau bahasa Inggris pun diperlancar.

Reference:

http://iinnovatenetwork.pbworks.com/f/twca.pdf

https://justimagineit.me/2014/04/30/imagine-celebrating-all-the-committed-sardines/

Jangan pernah meragukan bahwa sekelompok kecil warga yang bijaksana dan berkomitmen dapat mengubah dunia, memang, itulah cara satu-satunya.-

Margaret Mead




1 COMMENT

  1. Bisa juga ditambahkan satu lagi ‘do our best’ hehehe . . . dari kam juga ini beru Surbakti. Hanya bercanda . . .

    MUG

Leave a Reply